REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menjelang musim mudik Idul Fitri, umat Islam dianjurkan mempersiapkan perjalanan tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual.
Dalam ajaran Islam, bepergian termasuk perjalanan mudik dianjurkan diawali dengan doa dan berpamitan kepada keluarga atau kerabat yang ditinggalkan serta doa keluar rumah.
Dalam kitab Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi menerangkan bahwa seorang yang hendak bepergian hendaklah berpamitan dengan keluarga atau kerabat yang ditinggalkan. Saat berpamitan itu, orang yang hendak pergi hendaknya membaca doa.
أَسْتَودِعُ الله دِينَكُم، وَأَمَانَتَكُم، وخَوَاتِيمَ أَعْمَالِكُم
Astaudiukallohu diinakum wa amanaatikum wa khowaatima a’maalikum.
Artinya: Aku titipkan kepada Allah agama kalian, amanah kalian dan akhir amal kalian.
Sedangkan orang yang ditinggalkannya berdoa:
زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Zawwadakallohu taqwaa, wa ghofaro dzanbaka, wa yassaro lakal khoiro haitsumaa kunta.