Senin 16 Mar 2026 23:39 WIB

Jangan Lupa baca Doa Ini Saat Berpamitan dan Keluar Rumah untuk Mudik

Doa merupakan salah satu keutamaan penguat mudik.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Sejumlah pemudik menunggu kedatangan bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Senin (16/3/2026). Situasi di Terminal Kampung Rambutan mulai dipadati penumpang, terutama yang akan menuju Sumatra seperti Padang, Palembang, dan kota lainnya. Tren kenaikan jumlah penumpang sebenarnya sudah mulai terlihat sejak 14 Maret 2026, khususnya untuk rute menuju Pulau Sumatra. Arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Kampung Rambutan ini diperkirakan mencapai puncaknya pada 17–18 Maret 2026. Penumpang dengan tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatra diprediksi akan mendominasi keberangkatan pada periode tersebut.
Foto: Republika/Prayogi
Sejumlah pemudik menunggu kedatangan bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Senin (16/3/2026). Situasi di Terminal Kampung Rambutan mulai dipadati penumpang, terutama yang akan menuju Sumatra seperti Padang, Palembang, dan kota lainnya. Tren kenaikan jumlah penumpang sebenarnya sudah mulai terlihat sejak 14 Maret 2026, khususnya untuk rute menuju Pulau Sumatra. Arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Kampung Rambutan ini diperkirakan mencapai puncaknya pada 17–18 Maret 2026. Penumpang dengan tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatra diprediksi akan mendominasi keberangkatan pada periode tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Menjelang musim mudik Idul Fitri, umat Islam dianjurkan mempersiapkan perjalanan tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual.

Dalam ajaran Islam, bepergian termasuk perjalanan mudik dianjurkan diawali dengan doa dan berpamitan kepada keluarga atau kerabat yang ditinggalkan serta doa keluar rumah.

Baca Juga

Dalam kitab Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi menerangkan bahwa seorang yang hendak bepergian hendaklah berpamitan dengan keluarga atau kerabat yang ditinggalkan. Saat berpamitan itu, orang yang hendak pergi hendaknya membaca doa.

أَسْتَودِعُ الله دِينَكُم، وَأَمَانَتَكُم، وخَوَاتِيمَ أَعْمَالِكُم

Astaudiukallohu diinakum wa amanaatikum wa khowaatima a’maalikum.

Artinya: Aku titipkan kepada Allah agama kalian, amanah kalian dan akhir amal kalian.

Sedangkan orang yang ditinggalkannya berdoa:

زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Zawwadakallohu taqwaa, wa ghofaro dzanbaka, wa yassaro lakal khoiro haitsumaa kunta.

 

photo
Sejumlah pemudik menaruh barang bawaan di bagasi bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Senin (16/3/2026). Situasi di Terminal Kampung Rambutan mulai dipadati penumpang, terutama yang akan menuju Sumatra seperti Padang, Palembang, dan kota lainnya. Tren kenaikan jumlah penumpang sebenarnya sudah mulai terlihat sejak 14 Maret 2026, khususnya untuk rute menuju Pulau Sumatra. Arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Kampung Rambutan ini diperkirakan mencapai puncaknya pada 17–18 Maret 2026. Penumpang dengan tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatra diprediksi akan mendominasi keberangkatan pada periode tersebut. - (Republika/Prayogi)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement