Kamis 12 Oct 2023 13:56 WIB

Salah Satu Rahmat Allah Turun Melalui Hujan, Ini Penjelasannya

Allah menurunkan rahmat melalui hujan.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil
 hujan (ilustrasi)
Foto: republika
hujan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Rahmat Allah SWT kepada makhluk-Nya sangat tidak terbatas. Bukti hadirnya rahmat Allah dapat ditemui di banyak hal, salah satunya diturunkan melalui hujan. 

Orang yang senantiasa beristighfar dan merasa memiliki dosa, Allah amat menyukainya. Bukan saja Allah, bahkan alam semesta ikut senang dan kemudian bergerak memberikan kebaikan-kebaikan kepada orang yang beristighfar.

Baca Juga

Pakar Ilmu Alquran KH Ahsin Sakho menjelaskan, yang terpenting saat seseorang membaca istighfar itu adalah senantiasa ia merasakan bahwa dirinya adalah hamba Allah yang benar-benar berdosa. Sehingga nantinya Allah SWT akan membuka pintu-Nya dan mengampuni dosa-dosanya.

“Jika seandainya dosamu itu sampai ke mega langit, dan kamu meminta ampunan pada Allah, Allah pasti akan terbuka mengampuni dosa-dosa hamba-Nya,” kata Kiai Ahsin dalam kajian live streaming, di Ahsin Sakho Center. 

 

Bahkan dalam hal ini menurut beliau, Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam untuk senantiasa beristighfar. Sebab Allah SWT telah berjanji bagi mereka yang beristighfar dalam sebuah riwayat, “Wa kultustgahfiru Rabbakum, innahu kaana ghaffara." Yang artinya, “Mintalah ampunan kepada Tuhanmu, sesunguhnya Allah Maha Pengampun."

Bahkan tak hanya itu, menurut Kiai Ahsin, semua alam semesta itu akan merasa senang jika terdapat orang yang beristighfar kepada Allah. Sehingga alam semesta akan bergerak memberikan kebaikan kepada orang yang senantiasa beristighar. Maka jika orang tersebut mendapat kesusahan, maka dianjurkan baginya untuk beristighfar. 

“Dan pintu langit akan terbuka akan menurunkan rahmat Allah, anugerah, dengan banyaknya harta. Bagaimana caranya? Pertama, Allah menurunkan hujan, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, tumbuhan akan mengeluarkan padi-padian atau buah-buahan, kalau masyarakat sudah diberikan makanan dan minumannya, dia akan segar dan mencari pasangannya lalu mendapatkan keturunan. Urutannya seperti itu,” ujar beliau. 

Kiai Ahsin menekankan terdapat puluhan cara agar manusia bisa mendapatkan ampunan dari Allah. Sehingga tidak diperkenankan bagi umat Islam untuk berlaku pesimistis, dan tidak diperkenankan pula bagi manusia untuk menganggap dirinya tidak mempunyai dosa. Seharusnya dalam keadaan appaun, kata Kiai Ahsin, umat Islam senantiasa mengingat Allah dan beristighfar.

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement