Senin 25 Sep 2023 22:23 WIB

Agar Dicintai Allah, Begini Caranya Berdasarkan Hadits Nabi Muhammad

Allah mencintai hamba yang memperbanyak ibadah.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi dzikir untuk mendapatkan cinta Allah.
Foto: Republika/Prayogi
Ilustrasi dzikir untuk mendapatkan cinta Allah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selain diwajibkan dengan amalan fardhu, muslim dapat mengerjakan sejumlah amalan sunnah. Dengan menjalankan amalan-amalan sunnah, hal ini dapat mendatang kecintaan dari Allah Azza wa Jalla. 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

Baca Juga

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «إنَّ اللهَ قال: مَن عادى لي وليًّا فقد آذنتُه بالحرب، وما تقرَّب إليَّ عبدي بشيء أحب إليَّ مما افترضتُ عليه، وما يزال عبدي يتقرَّب إليَّ بالنوافل حتى أحبَّه، فإذا أحببتُه: كنتُ سمعَه الذي يسمع به، وبصرَه الذي يُبصر به، ويدَه التي يبطش بها، ورجلَه التي يمشي بها، وإن سألني لأعطينَّه، ولئن استعاذني لأُعيذنَّه، وما تردَّدتُ عن شيء أنا فاعلُه تردُّدي عن نفس المؤمن، يكره الموتَ وأنا أكره مساءتَه».

“Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, “Barangsiapa yang memusuhi waliKu,maka Aku telah menyatakan perang dengannya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dengan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan nawafil (sunnah) hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar. (Aku akan menjadi) penglihatannya yang dengannya ia melihat. (Aku akan menjadi) tangannya yang dengannya ia memukul. (Aku akan menjadi) kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, niscaya Aku akan melindunginya. Tidaklah Aku ragu untuk berbuat sesuatu seperti keraguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang mukmin, ia membenci kematian sedangkan Aku tidak suka menyakitinya.” (HR. Bukhari Juz 5 : 6137)

Seperti dikutip dari Syarah 10 Hadits Qudsi Pilihan disusun Abu Hafizhah Irfan, disebutkan dalam hadits di atas,

وما يزال عبدي يتقرَّب إليَّ بالنوافل حتى أحبَّه

“Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan nawafil (sunnah) hingga Aku mencintainya.” 

Seorang muslim yang membiasakan mengerjakan amalan-amalan sunnah setelah ia mengerjakan amalan fardhu, maka itu akan mendatangkan kecintaan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepadanya dan amalan sunnah tersebut juga akan menyempurnakan amalan fardhunya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement