Sabtu 16 Sep 2023 04:35 WIB

Keutamaan Memperbanyak Langkah ke Masjid

Nabi Muhammad memberi pesan tentang keutamaan memperbanyak langkah menuju masjid.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah
Masjid Raya Baiturrahman yang dulu bernama Masjid Muslim Pancasila warisan Presiden Soeharto di Nagari Bukit Barampuang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar).
Foto: Dok Antara
Masjid Raya Baiturrahman yang dulu bernama Masjid Muslim Pancasila warisan Presiden Soeharto di Nagari Bukit Barampuang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi Muslim yang memperbanyak langkah menuju masjid, dia akan mendapatkan berbagai keutamaan. Di antaranya yakni dihapuskan dosanya dan diangkat derajatnya.

 

Baca Juga

Seperti dikutip dari buku Bekal Terbaik Menyongsong Kehidupan Akhirat, dari Abu Hurairah radhiya Allahu anhu berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, lalu berjalan menuju salah satu rumah dari rumah-rumah Allah, untuk mengerjakan salah satu kewajiban yang telah Allah tetapkan, maka setiap langkah kakinya, salah satunya menghapus dosa, sedangkan yang lain mengangkat derajatnya” (HR. Muslim)

Diriwayatkan pula dari beliau, dari Nabi ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang pergi menuju masjid, di pagi maupun sore hari, maka Allah akan menyediakan baginya jamuan di surga, setiap kali ia pergi ke masjid” (Muttafaq‘alaih)

 

 

Berapa banyak pahala yang didapat, dan dosa yang dihapus Muslim ketika pergi menuju ke masjid lima kali dalam sehari semalam? Dan seorang Muslim yang paling banyak pahalanya adalah orang yang jaraknya paling jauh dari masjid. Terdapat kisah tentang qabilah Bani Salamah, ketika mereka hendak pindah rumah ke dekat masjid, kabar tersebut sampai kepada Rasulullah ﷺ.

Maka beliaupun berkata kepada mereka: “Sesungguhnya aku mendengar kabar, bahwa kalian hendak berpindah menuju ke dekat masjid”, mereka berkata: “Iya wahai Rasulullah, kami memang ingin melakukannya”, beliau pun bersabda: “Wahai Bani Salamah, tetaplah di desa kalian, langkah kalian akan dicatat, tetaplah di desa kalian, langkah kalian akan dicatat. Maksudnya, sebagai pahala.“ (HR Muslim dalam kitab Shalat (665), Ahmad (3/332), Ibnu Khuzaimah (451), dan Ibnu Hibban (2042)).

Dari Jabir bin Abdillah radhiya Allahu anhuma ia berkata: “Dahulu rumah kami jauh dari masjid, maka kami pun hendak menjualnya supaya bisa pindah dekat dari masjid, namun Rasulullah ﷺ melarang kami, beliau bersabda: ‘Sesungguhnya setiap langkah kalian akan mengangkat derajat kalian’” (HR Muslim dalam kitab Shalat (664) dan Ahmad (3/336)).

 

Hal ini juga ditegaskan oleh perkataan Abu Musa al Asy’ari, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Orang yang paling besar pahala dalam sholat adalah orang yang paling jauh perjalanannya, dan orang yang menunggu sholat sampai ia selesai mengerjakannya bersama imam, lebih banyak pahalanya dibanding orang yang melaksanakan shalat lalu kemudian tidur” (Muttafaq‘alaih).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement