Sabtu 26 Aug 2023 11:14 WIB

Hadits tentang Doa Nabi Muhammad SAW untuk Minta Hujan

Di masa Nabi Muhammad juga pernah terjadi musim kering yang panjang.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Warga mencuci pakaian di Sungai Cileungsi yang mengering di Pasir Mukti, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/8/2023). Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut musim kemarau dan kekeringan di Indonesia tidak akan separah seperti di Korea Selatan, BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada minggu terakhir Agustus 2023 yang dipicu fenomena El Nino. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/YU
Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA
Warga mencuci pakaian di Sungai Cileungsi yang mengering di Pasir Mukti, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/8/2023). Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut musim kemarau dan kekeringan di Indonesia tidak akan separah seperti di Korea Selatan, BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada minggu terakhir Agustus 2023 yang dipicu fenomena El Nino. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/YU

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suatu daerah atau negara kerap dilanda musim kemarau dalam waktu yang lama. Selama beberapa pekan atau bahkan beberapa bulan, tidak turun hujan dan terjadi kekeringan yang melanda banyak wilayah.

Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu, seperti sawah yang gagal panen, sulit air, dan lainnya. Dalam Islam, terdapat tuntunan tentang doa untuk meminta hujan.

Baca Juga

Di masa Nabi Muhammad juga pernah dilanda musim kering karena hujan tidak turun dalam waktu yang lama. Sehingga saat itu, Rasulullah SAW menyampaikan doa agar Allah SWT menurunkan hujan.

Berikut ini hadits riwayat Anas bin Malik RA dalam Shahih Bukhari, yang menjelaskan tentang kondisi musim kering di masa itu, dan doa yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW:

-  أنَّ رَجُلًا دَخَلَ يَومَ الجُمُعَةِ مِن بَابٍ كانَ وِجَاهَ المِنْبَرِ، ورَسولُ اللَّهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ قَائِمٌ يَخْطُبُ، فَاسْتَقْبَلَ رَسولَ اللَّهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ قَائِمًا، فَقالَ: يا رَسولَ اللَّهِ، هَلَكَتِ المَوَاشِي، وانْقَطَعَتِ السُّبُلُ، فَادْعُ اللَّهَ يُغِيثُنَا، قالَ: فَرَفَعَ رَسولُ اللَّهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يَدَيْهِ، فَقالَ: اللَّهُمَّ اسْقِنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا. قالَ أنَسُ: ولَا واللَّهِ ما نَرَى في السَّمَاءِ مِن سَحَابٍ، ولَا قَزَعَةً، ولَا شيئًا، وما بيْنَنَا وبيْنَ سَلْعٍ مِن بَيْتٍ، ولَا دَارٍ. قالَ: فَطَلَعَتْ مِن ورَائِهِ سَحَابَةٌ مِثْلُ التُّرْسِ، فَلَمَّا تَوَسَّطَتِ السَّمَاءَ، انْتَشَرَتْ ثُمَّ أمْطَرَتْ، قالَ: واللَّهِ ما رَأَيْنَا الشَّمْسَ سِتًّا، ثُمَّ دَخَلَ رَجُلٌ مِن ذلكَ البَابِ في الجُمُعَةِ المُقْبِلَةِ، ورَسولُ اللَّهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ قَائِمٌ يَخْطُبُ، فَاسْتَقْبَلَهُ قَائِمًا، فَقالَ: يا رَسولَ اللَّهِ، هَلَكَتِ الأمْوَالُ وانْقَطَعَتِ السُّبُلُ، فَادْعُ اللَّهَ يُمْسِكْهَا، قالَ: فَرَفَعَ رَسولُ اللَّهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يَدَيْهِ، ثُمَّ قالَ: اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا، ولَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ علَى الآكَامِ والجِبَالِ، والآجَامِ والظِّرَابِ، والأوْدِيَةِ ومَنَابِتِ الشَّجَرِ. قالَ: فَانْقَطَعَتْ، وخَرَجْنَا نَمْشِي في الشَّمْسِ. قالَ شَرِيكٌ: فَسَأَلْتُ أنَسَ بنَ مَالِكٍ: أهو الرَّجُلُ الأوَّلُ؟ قالَ: لا أدْرِي.

Anas bin Malik RA menceritakan, ada seorang laki-laki masuk ke dalam masjid pada hari Jumat dari pintu yang berhadapan dengan mimbar, dan saat itu Rasulullah SAW sedang menyampaikan khutbah. Orang itu kemudian menghadap ke arah Rasulullah SAW lalu berkata:

"Wahai Rasulullah, harta benda telah habis dan jalan-jalan terputus. Maka mintalah kepada Allah agar menurunkan hujan buat kami!" Kemudian Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya seraya berdoa:

 اللَّهُمَّ اسْقِنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا

"Allahumma isqina, Allahumma isqina, Allahumma isqina."

Terjemahan: "Ya Allah berilah kami hujan, Ya Allah berilah kami hujan, Ya Allah berilah kami hujan."

Anas mengatakan...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement