Rabu 23 Aug 2023 07:33 WIB

Viral Wanita Berkerudung Makan Babi, ini Hikmah Pengharaman Babi

Babi ternak menyukai dan makan kotorannya sendiri.

Rep: Muhyiddin/ Red: Erdy Nasrul
Perempuan menggunakan jilbab dan mengaku Islam dan bemama Dewi Bulan menghina Islam dengan memakan babi sambil baca Al Fatihah.
Foto:

Pertumbuhan anak babi sangat cepat. Ketika lahir, beratnya sekitar 2 kilogram. Setelah enam bulan, beratnya dapat mencapai 100 kilogram. Berat babi dapat mencapai, yang terbesar ditemukan, 363 kilogram. Semua ini dapat terjadi karena babi memiliki hormon pertumbuhan dan hormon seksual yang sangat tinggi. Hal inilah yang menyebabkan babi banyak memiliki lemak. Kedua hormon tersebut (yang hadir dalam jumlah tinggi) juga menambah panjang daftar penyebab mengapa daging babi tidak baik untuk dikonsumsi.

Beberapa penelitian medis menyebutkan bahwa dalam tubuh babi terkandung beberapa virus yang dapat menyebabkan seseorang yang memakannya terjangkit suatu penyakit. Di samping itu satu penelitian menyebutkan bahwa satu dari enam orang di Amerika terserang kuman pada ototnya karena mengkonsumsi babi. Hal ini bisa terjadi karena dalam tubuh babi terkandung beberapa jenis cacing pita yang membahayakan. 

Seperti sudah banyak diketahui bahwa penyakit cacing pita Trichinellosis ditularkan melalui daging babi. Tenasolium adalah salah satu nama cacing yang berkembang biak dalam pencernaan yang panjangnya dapat mencapai delapan meter.

Karena itu, larangan makan babi dalam Islam memiliki makna dan hikmah yang sangat penting. Selain menjaga kesehatan dan kebersihan, larangan makan babi juga dapat memperdalam kesadaran spiritual dan menjadi ujian iman bagi umat Islam. 

Sementara itu, dai tersohor asal Sumatera Utara, Ustadz Abdul Somad (UAS) menegaskan bahwa babi diharamkan oleh Allah SWT. Namun, mengapa nabi tetap diciptakan oleh Allah? 

UAS pun mengibaratkan seperti halnya pertanyaan multtiple choise saat ujian di sekolah. Lalu, kenapa guru memberikan tiga pilihan betul, dan mengapa ada satu pilihan yang tidak betul? Apakah guru itu bodoh? 

"Kenapa dibuatnya satu betul, tiga tak betul? Untuk sebagai ujian. Begitu juga dengan ini, diciptakannya anjjng, diciptakannya babi, diciptakannya kambing. Kau pilih mana? Bukan Dia tak tahu. Oleh sebab itu, afala takqilun (mengapa engkau tak berakal?) Afala tatafaqqarun (mengapa engkau tidak berpikir?)," kata UAS dalam salah satu ceramahnya yang viral.

Selain dalil Alquran, ada juga beberapa Hadis Nabi yang menjelaskan tentang larangan makan babi antara lain: “Allah SWT melaknat babi, memakannya, dan memberikannya kepada orang lain.” (HR Ahmad dan Abu Daud)  

 

“Jangan makan babi karena ia haram dan ia memunculkan kemunafikan di dalam diri.” (HR Ahmad dan Tirmidzi).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement