Selasa 08 Aug 2023 16:11 WIB

Keutamaan Mendoakan Sesama Muslim Diam-Diam

Generasi salah selain mendoakan diri sendiri juga doakan orang lain.

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil
 Keutamaan Mendoakan Sesama Muslim Diam-Diam. Foto: Ilustrasi berdoa
Foto: Republika.co.id
Keutamaan Mendoakan Sesama Muslim Diam-Diam. Foto: Ilustrasi berdoa

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Hubungan nasionalis Hindu dan minoritas Muslim India tidak pernah harmonis. Banyak sekali gesekan-gesekan hingga bentrokan terjadi di negara itu.

Sejak pengadilan memutuskan penyerahan Masjid Babri kepada umat Hindu, kaum nasionalis Hindu itu semakin berani untuk menggeser masjid-masjid lainnya dan mengklaim bahwa bangunan-bangunan itu dahulu adalah kuil mereka.

Baca Juga

Terbaru adalah perebutan masjid Gyanvapi yang juga diakui oleh umat hindu sebagai bangunan yang sebelumnya adalah kuil. Dan yang paling terbaru adalah bentrokan yang terjadi di kota Gurugram, negara bagian Haryana, India.

Bentrokan yang pecah pada Senin (30/7/2023), menyebabkan lima orang meninggal dunia, dua di antaranya adalah polisi dan seorang imam masjid yang juga dibunuh di masjid tempat biasa dia sholat. Lalu masjid tersebut juga dibakar.

 

Pemerintah kemudian mengeluarkan larangan agar sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di Gurugram ditutup sementara, karena situasi yang memanas.

Islam menganjurkan agar kaum muslimin memiliki hubungan yang baik dengan saudaranya. Ketika mereka tertimpa kesusahan, agar kita bisa saling mendoakan. Nabi SAW berkata, perumpamaan orang-orang mukmin yang saling mengasihi bagaikan satu tubuh yang apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka anggota tubuh yang lain turut merasakannya.

Karenanya, ketika kita mendengar saudara kita disakiti di belahan dunia sana, kita bisa turut mendoakan mereka secara diam-diam.

Dikutip dari buku 66 Hadits Pilihan karya Shohibul Ulum, dari Shafwan bin 'Abdillah bin Shafwan-istrinya adalah ad-Darda' binti Abi ad-Darda', beliau mengatakan, "Aku tiba di negeri Syam. Kemudian, aku bertemu dengan Ummu ad-Darda' (ibu mertua Shafwan) di rumah. Namun, saya tidak bertemu dengan Abu ad Darda' (bapak mertua Shafwan)."

Ummu ad-Darda' berkata, "Apakah engkau ingin berhaji tahun ini?”

Aku (Shafwan) berkata, "lya."

Ummu ad-Darda' pun mengatakan, kalau begitu, doakanlah kebaikan padaku karena Nabi saw bersabda:

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

"Sesungguhnya doa seorang Muslim kepada, saudaranya pada saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendoakan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan doanya. Tatkala dia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata, 'Amin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi".

Shafwan pun mengatakan, "Aku pun bertemu Abu ad-Darda' di pasar, lalu Abu ad-Darda' mengatakan sebagaimana istrinya tadi. Abu ad-Darda' mengatakan bahwa dia menukilnya dari Nabi saw.

Menurut Muhammad Abdul Baqi, yang dikehendaki oleh kata "zhahrul ghaib" dalam redaksi hadis tersebut adalah tanpa sepengetahuan orang yang didoakan. Jadi, apabila kita mendoakan orang lain secara diam-diam tanpa sepengetahuan orang yang kita doakan, selain doa tersebut bermanfaat bagi dia, doa tersebut juga bermanfaat bagi pribadi kita sendiri, sebagaimana isi doa yang kita panjatkan untuk orang lain tersebut tanpa berkurang sama sekali.

Mengapa mendoakan perlu tanpa sepengetahuan orang yang didoakan? Rahasianya adalah bahwa orang yang mendoakan secara diam-diam tentu lebih ikhlas tanpa mengharap imbalan apapun dari orang yang didoakan.

Dalam Syarh Shahih Muslim, ada sebuah komentar untuk hadis ini, penulis berkata: "Dalam hadis ini ada sebuah keutamaan doa bagi saudaranya, tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya. Seandainya seseorang berdoa untuk satu kelompok umat Islam, ia akan mendapatkan pahala yang telah ditetapkan. Dan, seandainya ia berdoa untuk seluruh kaum Muslimin, yang aku pahami, ia pun mendapatkan pahala yang telah ditentukan.

Orang-orang yang gigih dalam mendapatkan shalawat para malaikat, mereka semua, bersemangat dalam mendoakan saudara-saudara mereka sesama Muslim tanpa sepengetahuan saudara yang didoakannya itu dan hal ini senantiasa ada

"Jika generasi salaf hendak berdoa untuk dirinya sendiri," tutur al-Qadhi 'Iyadh, "Mereka juga berdoa untuk saudaranya sesama Muslim dengan doa tersebut. Sebab, doa tersebut adalah doa yang mustajab, dan dia pun akan mendapatkan apa yang didapatkan oleh saudaranya sesama Muslim”

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement