Ahad 23 Jul 2023 10:42 WIB

Hadits-Hadits tentang Puasa Asyura

Puasa Asyura dilakukan di bulan Muharram.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi orang sedang berbuka puasa asyura di bulan Muharram.
Foto: AP/Rahmat Gul
Ilustrasi orang sedang berbuka puasa asyura di bulan Muharram.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pada bulan Muharram ini, berdasarkan syariat Islam, terdapat sebuah hari yang dikenal dengan istilah Yaumu Asyura, yaitu hari tanggal sepuluh bulan Muharram. Asyura berasal dari kata 'asyarah' yang artinya sepuluh.

Dikutip dari bku Bulan Haram Hukum dan Pelajaran, Pada hari Asyura inilah terdapat sebuah sunnah yang telah diajarkan Rasulullah ﷺ kepada umatnya untuk dilaksanakan sebagai bentuk ibadah dan ketundukan kepada Allah Ta'ala. Yaitu ibadah puasa, lebih dikenal dengan istilah Shaum Asyura, atau puasa Asyura.

Baca Juga

Cukup banyak hadits yang membicarakan ketentuan dan fadhilah atau keutamaan puasa 'Asyura, di antaranya sebagai berikut:

1.Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda:

 

"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shollat yang paling utama setelah (sholat) fardhu adalah sholat malam,” (Shahih Muslim)

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu’anha, dia berkata: Dahulu orang-orang Quraisy pada masa jahiliah berpuasa pada hari Asyura, maka ketika beliau (Rasulullah ﷺ) datang ke Madinah beliau berpuasa dan memerintahkannya, kemudian ketika telah ditetapkan kewajiban puasa bulan Ramadhan, beliau meninggalkan (perintah wajib) puasa 'Asyura, siapa yang berkehendak maka dia berpuasa, dan siapa yang tidak maka dia (boleh) meninggalkannya. (Shahih Bukhari dan Muslim)

2. Abu Qatadah radhiyallahu anhu meriwayatkan,

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Adapun puasa hari Asyura, aku berharap kepada Alllah menjadi penghapus dosa selama setahun sebelumnya.” (Shahih Muslim)

3. Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata:

“Saya tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ mengupayakan untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari 'Asyura, dan bulan ini yaitu Bulan Ramadhan.” (Shahih Bukhari dan Muslim)

4. Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata, “Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, beliau menyaksikan orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura, maka dia berkata, “(Hari) apa ini?” Mereka menjawab, “Ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah selamatkan Bani Isra'il dari musuhnya, karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini." Rasulullah ﷺ bersabda:

"Saya lebih berhak mengikuti Musa daripada kalian." Maka beliau berpuasa dan memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa." (Shahih Bukhari dan Muslim)

5. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, dia berkata, “Ketika Rasulullah ﷺ berpuasa pada hari 'Asyura dan memerintahkan (kaum muslimin) berpuasa, mereka (para sahabat) berkata, 'Ya Rasulullah! Ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nashrani,' maka Rasulullah ﷺ bersabda:

"Jika (bertemu) tahun depan, Insya Allah, kita akan berpuasa pada hari kesembilan (bulan Muharram).”

Namun ternyata tahun depannya Rasulullah ﷺ sudah meninggal dunia." (Shahih Muslim)

Kesimpulannya adalah: Berdasarkan ketentuan syariat, tidak ada ibadah khusus terkait dengan hari Asyura, kecuali puasa Asyura yang telah diajarkan Rasulullah ﷺ.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement