Rabu 14 Jun 2023 19:43 WIB

Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 270-271: Berinfak Secara Diam-Diam

Ayat ini mengajak kita agar berpikiran baik dalam bernafkah maupun bernazar.

Jamaah melakukan donasi dengan menggunakan fitur QR Code.
Foto:

Terlepas dari indikasi pelit apa tidak, nazar mewajibkan pelakunya melaksanakan atau membayar sebagai janji bila sesuatu yang diharapkan terjadi. Sekiranya ia tidak berjanji maka sebuah peristiwa yang terjadi tidak diikuti dengan perbuatan baik yang dinazarkan itu, dalam ini infak atau sedekah. Maka nazar pun ada baiknya, setidaknya bagi pihak lain yang diuntungkan karena suatu kejadian.

Agaknya ayat ini mengajak kita agar berpikiran baik dalam bernafkah maupun bernazar, karena apapun yang kita nafkahkan dan nazarkan pasti diketahui oleh Allah SWT. Seolah-olah al-Quran mengingatkan, nafkah dan nazar apapun yang kamu lakukan, semua diketahui olehNya.

Tidak ada gunanya kamu melakukan nafkah dan nazar negatif. Karena itu ayat ini ditutup dengan “Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolongpun baginya.”

Zulm adalah suasana gelap dalam pikiran dan hati yang sulit memilah yang baik dari yang buruk. Orang zalim meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya karena gelapnya hati dan pikiran.

Jadi, nafkah dan nazar negatif adalah kezaliman, yang oleh Allah dijamin tidak akan ditolong. Meskipun pada umumnya kita berasosiasi bahwa ada pertolongan dan tidak itu berkaitan dengan masa di akhirat nanti, tetapi sebenarnya sejak dalam kehidupan di dunia pun hilangnya pertolongan atas orang zalim itu sudah dapat dirasakan.

Money politics yang diperagakan oleh politisi murahan kendati tingkat nasional, telah mendatangkan lunturnya kepercayaan orang banyak kepada mereka. Banyak contoh di mana mereka menjadi hina karena ulah tersebut.

Sebaliknya, orang yang bernafkah dan bernazar secara benar menuai pujian, dukungan dan doa dari orang banyak, yang nilainya jauh lebih tinggi dari kesenangan duniawi sesaat. Nafkah dan nazar dalam ayat ini nampaknya merupakan contoh dari sederet kegiatan perjuangan baik yang bersifat pengeluaran harta, ide, tenaga serta jiwa. Perjuangan, apapun bentuknya, akan diberi poin oleh Allah. 

Tafsir Tahliliy ini disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan naskah awal disusun oleh Prof. Dr. Muhammad Zuhri

 

Tulisan ini pernah dimuat di Majalah SM Edisi 23 Tahun 2019

sumber : https://suaramuhammadiyah.id/2023/06/05/berinfak-secara-diam-diam-1-tafsir-surat-al-baqarah-ayat-270-271/
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement