Ahad 09 Apr 2023 18:52 WIB

Ini Doa Syukur Nikmat yang Pernah Dibaca Nabi Sulaiman Alaihissalam

Nabi Sulaiman senantiasa berdoa dijadikan hamba-Nya yang pandai bersyukur

Rep: Andrian Saputra / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi doa. Nabi Sulaiman senantiasa berdoa dijadikan hamba-Nya yang pandai bersyukur
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ilustrasi doa. Nabi Sulaiman senantiasa berdoa dijadikan hamba-Nya yang pandai bersyukur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Orang-orang yang senantiasa bersyukur atas nikmat yang diperolehnya sangat dicintai Allah SWT. Maka orang yang pandai bersyukur akan mendapatkan kenikmatan yang berlipat-lipat.  

Dalam Alquran terdapat sebuah doa yang dapat dipanjatkan seorang Muslim agar menjadi orang yang ahli bersyukur. Doa ini terdapat pada Alquran surat an Naml ayat 19.  

Baca Juga

 رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ ااَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ

Robbi auzi'niyy an asykuro ni'matakallatiy an'amta 'alayya wa 'alaa waalidayya wa an a'mala shoolihan tardhohu wa adkhilniy birohmatika fiy 'ibadika sholihiyna 

 

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Doa ini pernah dipanjatkan Nabi Sulaiman alaihissalam ketika mendengar perkataan raja semut kepada kaumnya yang memerintahkan untuk segera bersembunyi karena khawatir terinjak-injak oleh rombongan prajurit nabi Sulaiman yang akan melintas. 

Atas rahmat dan karunia Allah SWT, Nabi Sulaiman dapat  memahami percakapan raja semut itu, dan memerintahkan bala tentaranya berhenti agar tidak menginjak-injak kawanan semut. Maka atas nikmat dan karunia dari Allah SWT itu Nabi Sulaiman memanjakan doa syukur kepada Allah SWT. 

Dari doa Nabi Sulaiman itu dipahami bahwa yang diminta Nabi Sulaiman kepada Allah SWT ialah kebahagiaan yang abadi di akhirat nanti.

Baca juga: Yang Terjadi Terhadap Tentara Salib Saat Shalahuddin Taklukkan Yerusalem

Sekalipun Allah SWT telah melimpahkan beraneka ragam kesenangan dan kekuasaan duniawi kepadanya, namun dia tidak lupa diri karenanya. 

Dia yakin bahwa kesenangan duniawi itu adalah kesenangan yang sementara sifatnya dan tidak kekal. 

Sikap Nabi Sulaiman pada waktu menerima nikmat Allah SWT itu adalah sikap yang harus dicontoh dan dijadikan suri teladan oleh setiap kaum Muslimin. Berdoa dan bersyukurlah kepada Allah setiap mendapatkan nikmat-Nya, dan tidak bersikap mengingkari nikmat-Nya.       

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement