Selasa 04 Apr 2023 14:44 WIB

Doa Sebelum Pidato, Presentasi, dan Wawancara 

Doa ini diajarkan oleh Allah kepada Nabi Musa.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil
Doa Sebelum Pidato, Presentasi, dan Wawancara. Foto:  Doa sapu jagat yang sangat disukai Rasulullah SAW (ilustrasi)
Foto: Republika/Thoudy Badai
Doa Sebelum Pidato, Presentasi, dan Wawancara. Foto: Doa sapu jagat yang sangat disukai Rasulullah SAW (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Berbicara di atas podium dan berhadapan dengan banyak orang  memerlukan ketenangan sehingga pesan yang disampaikan bisa ditangkap khalayak. Namun tak jarang sebelum tampil di atas podium pembicara mengalami gugup sehingga lupa apa saja yang harus dia sampaikan. 

Karena itu sebelum berbicara dihadapan orang banyak, dianjurkan untuk membaca doa terlebih dulu agar Allah SWT memberikan kemudahan ketika menyampaikan pesan di podium dan agar materi yang disampaikan bisa dimengerti dan dipahami oleh pendengar. 

Ada sebuah doa yang sangat cocok dibaca oleh orang-orang yang hendak berpidato di atas podium, para dai yang hendak berceramah, para profesional yang hendak melakukan presentasi, ataupun bagi Anda yang hendak melakukan wawancara kerja. Doa ini terdapat pada Alquran surat Taha ayat 25-28. Dengan membaca doa ini Insya Allah komunikasi yang dilakukan akan lancar dan memperoleh hasil yang baik. Berikut doanya: 

رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ

 

Robbisyroh liy shodriy wayasirliy amriy wahlul 'uqdatam millisaniy hafqohu qouliy

Ya Tuhanku lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku

Doa ini sejatinya adalah doa yang diajarkan Allah SWT kepada nabi Musa Alaihisalam ketika akan menghadapi Fir'aun. Pada satu waktu, Allah SWT memerintahkan Musa untuk menghadap dan menemui Firaun. Itu merupakan tugas yang sangat berat, oleh sebab itu Musa berdoa dan memohon kepada Allah untuk dilapangkan dadanya dan dikuatkan mentalnya ketika ia berhadapan dengan Firaun. 

Di samping itu, ia juga memohon kepada Allah supaya dimudahkan segala urusannya, terutama dalam menyampaikan berita kerasulannya kepada Firaun, serta diberi kekuatan yang cukup untuk dapat menyebarkan agama dan memperbaiki keadaan umat, sebab tanpa bantuan dan pertolongan Allah, nabi Musa tidak akan mampu untuk berbuat sesuatu.

Nabi Musa memohon agar lidahnya fasih dan tidak kelu, sehingga ia lancar dan tegas dalam berbicara, supaya kata-katanya mudah dicerna dan dipahami oleh pendengarnya, hingga mereka memperoleh hidayah Allah. Sebab jika lidah nabi Musa kelu mengakibatkan ia tidak lancar bicaranya.

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement