Pesan Nabi Muhammad Agar Doa Terkabul

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Erdy Nasrul

 Senin 23 Jan 2023 09:18 WIB

Seorang warga Aceh berdoa dan membaca Alquran. Foto: EPA-EFE/HOTLI SIMANJUNTAK Seorang warga Aceh berdoa dan membaca Alquran.

Hendaknya doa yang dimunajatkan adalah hal bermanfaat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Imam Nawawi menyampaikan pemaparan riwayat hadis tentang doa yang dipanjatkan sepenuh hati. Hadis itu menjelaskan bagaimana cara agar doa dikabulkan Allah SWT.

Dalam kitab Imam Turmudzi, dalam riwayat dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Berdoalah kalian kepada Allah seraya merasa yakin akan diperkenankan, dan ketahuilah oleh kalian bahwa Allah SWT tidak akan memperkenankan doa dari hati yang lalai dan tidak hadir."

Dijelaskan dalam kitab Al Adzkaar Al Nawawiyah, sanad hadis tersebut lemah, tetapi hadis itu memiliki syahid yang memperkuatnya, yang terdapat dalam kitab Musnad Imam Ahmad dalam riwayat hadis dari Abdullah bin Umar bin Ash.

Dalam riwayat tersebut, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Seluruh hati adalah wadah. Sebagiannya ada yang lebih memuat sebagian yang lainnya. Jika kalian meminta kepada Allah SWT, mintalah kepada-Nya sembari kalian merasa yakin akan diperkenankan. Karena sungguh Allah tidak akan memperkenankan hamba yang berdoa kepada-Nya dengan hati yang lalai" (hadis ini hasan).

Imam Nawawi memaparkan, tujuan doa adalah menghadirkan hati dengan sepenuhnya. Ada banyak dalil yang menjelaskan tentang hal tersebut. Dalam banyak hadis itu, pengetahuan tentang doa sepenuh hati cukup jelas.

"Tetapi, kami mengambil berkah dengan menyebutkan salah satu hadis (hadis di atas yang diriwayatkan dari Abu Hurairah) mengenai hal itu," demikian penjelasan Imam Nawawi.

Ada tiga bentuk terkabulnya doa. Pertama, hal yang diminta dalam doanya menjadi kenyataan di dunia.

Kedua, hal yang diminta dalam doa seorang hamba disimpan Allah SWT supaya doa tersebut menjadi manfaat bagi hamba tersebut saat di akhirat kelak. Ketiga, doa itu menjadi penyebab seorang Muslim dijauhkan atau dihindarkan dari penyakit. Artinya, dengan doa tersebut, seorang Muslim mendapatkan kenikmatan sehat.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada seorang pun yang meminta dengan sebuah doa kecuali Allah akan mengabulkan apa yang dimintanya atau memalingkannya dari keburukan dan semacamnya, selama dia tidak memanjatkan doa yang mengandung dosa atau pemutusan silaturahmi" (HR At Tirmidzi).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini