Pemilihan Kosakata Bahasa Arab untuk Alquran Bukan Kebetulan, Ini Penjelasannya  

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah

 Jumat 25 Nov 2022 12:17 WIB

Ilustrasi Alquran.Kata-kata Alquran mempunyai rahasia tersembunyi dari aspek sastra Foto: pxhere Ilustrasi Alquran.Kata-kata Alquran mempunyai rahasia tersembunyi dari aspek sastra

Kata-kata Alquran mempunyai rahasia tersembunyi dari aspek sastra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ayat-ayat Alquran tersusun dengan kosa kata bahasa Arab, kecuali beberapa kata yang masuk dalam perbendaharaan akibat akulturasi. 

Pakar Ilmu Tafsir Prof Quraish Shihab dalam buku Mukjizat Alquran mengatakan, bahasa Ajam adalam bahasa selain bahasa Arab dan diartikan juga dengan bahasa Arab yang baik. 

Baca Juga

Banyak faktor yang menyebabkan terpilihnya bahasa Arab sebagai wahyu Illahi yang terakhir. 

Faktor-faktor tersebut antara lain berkaitan dengan ciri bahasa Arab dan tujuan penyebaran ajarannya. Adapun ciri bahasa Arab, dia termasuk rumpun bahasa Semit. Sama dengan bahasa Ibrani, Aramaik (Aramea), Suryani, Kaldea, dan Bailonia. 

Kata-kata bahasa Arab pada umumnya mempunyai dasar tiga huruf mati yang dapat dibentuk dengan berbagai bentuk. Kata 'qala' misalnya yang berarti 'berkata' terambil dari huruf qaf, wawu, dan lam. Sedangkan kata 'kalam' yang berarti 'pembicaraan' walaupun terdiri dari empat huruf yakni kaf, lam, alif, dan mim sebenarnya hanya terdiri dari tiga huruf, yakni kecuali alif pada huruf-huruf tersebut. 

Usman bin Jinni (932-1002) yang merupakan pakar bahasa Arab menekankan bahwa pemilihan huruf-huruf kosa kata oleh bahasa Arab bukan suatu kebetulan. 

Melainkan mengandung falsafah bahasa tersendiri. Misalnya dari ketiga huruf yang membentuk kata 'qala', dapat dibentuk menjadi enam bentuk kata yang kesemuanya mempunyai makna. 

Namun kesemua makna yang berbeda itu, betapapun ada huruf yang didahulukan atau dibelakangkan, kesemuanya mengandung makna dasar yang menghimpunnya. Maknanya dalam contoh kata tersebut adalah 'gerakan'. 

Kata 'qala' mengisyaratkan gerakan yang mudah dari mulut dan lidah. Karena itu pula huruf pertama yang digunakan haruslah yang bergerak, karena bukankah dia berupaya untuk (berbicara) dalam arti menggerakkan mulut dan lidah dan huruf terakhir dari kata ini haruslah huruf mati (yang tidak bergerak) karena mengakhiri perkataan berarti diam atau tidak bergerak.  Imas Damayanti  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini