Doa Saat Terjadi Gempa

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Muhammad Hafil

 Rabu 23 Nov 2022 13:08 WIB

Doa saat Terjadi Gempa. Foto:   Berdoa (Ilustrasi) Foto: Republika/Thoudy Badai Doa saat Terjadi Gempa. Foto: Berdoa (Ilustrasi)

Muslim dianjurkan berdoa saat ada gempa.

REPUBLIKA.CO.ID,CIANJUR–Gempa bumi dengan magnitudo 5,6 terjadi di Kabupaten Cianjur pada Senin (21/11/2022) pukul 13.21 WIB. Guncangan dari bencana ini bahkan terasa hingga ke Ibu Kota DKI Jakarta dan cukup membuat heboh masyarakat.

Dalam Islam, seorang Muslim dianjurkan berdoa di berbagai kesempatan, baik ketika senang, sedih hingga dalam keadaan sulit seperti saat terjadinya bencana. Bencana gempa juga merupakan salah satu kejadian yang dianjurkan bagi Muslim untuk berdoa pada peristiwa tersebut.

Baca Juga

Adapun lafaz doa yang dianjurkan saat petistiwa gempa adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

"Allahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih."

Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, kebaikan yang ada di dalamnya dan kebaikan yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang ada di dalamnya dan keburukan yang Engkau kirimkan dengannya."

Gempa juga pernah terjadi pada zaman Rasulullah SAW. Beliau pun meletakkan tangannya di atas bumi, seraya bersabda: "Tenanglah, karena waktumu belum tiba". Kemudian, Nabi berpaling kepada para Sahabatnya dan bersabda: "Sesungguhnya Rabb kalian benar-benar sedang menegur kalian, maka perhatikanlah teguran-Nya."

Setelah itu, terjadi lagi gempa bumi di masa Umar bin al-Khaththab, lalu beliau berkata, 'Wahai sekalian manusia, tidaklah gempa ini terjadi melainkan karena perbuatan kalian. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, jika peristiwa ini kembali terulang, niscaya aku tidak ingin tinggal bersama kalian lagi di tempat ini, untuk selama-lamanya."

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id