Naskah Khutbah Jumat: Pengumpat dan Pencela

Red: Ani Nursalikah

 Kamis 17 Nov 2022 22:40 WIB

Naskah Khutbah Jumat: Pengumpat dan Pencela Foto: Republika/Thoudy Badai Naskah Khutbah Jumat: Pengumpat dan Pencela

Salah satu penyakit hati yang mesti diwaspadai adalah mengumpat dan mencela.

REPUBLIKA.CO.ID, 

الحَمْدُ للهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ.

Baca Juga

وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah,

Bersyukur kita kepada Allah yang senantiasa memberikan nikmat kepada kita. Shalawat dan salam mari kita senantiasa kita sampaikan kepada Rasulullah

Kaum muslimiin yang dirahmati Allah,

Pada khutbah ini khatib mengajak kita mari merenungi firman yang terdapat dalam surah al-Humazah. 

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan. Yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,  (Sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang. (QS. Al-Humazah :1- 9)

Kaum muslimiin yang dirahmati Allah

Setiap dosa dan kesalahan yang kita buat, tidak akan terlepas adanya penyakit hati yang ada dan kita derita. Ia adalah merupakan dan penentu status diri kita apakah kita ini baik atau kita ini buruk.

Rasulullah pernah mengingatkan kita tentang ini, ”Ketahuilah sesungguhnya dalam tubuh terdapat segumpal daging. Apabila segumpal daging ini baik maka baiklah dirinya. Apabila segumpal daging itu buruk, maka buruklah dirinya. Segumpal daging itu adalah hati. (HR. Bukhari-Muslim)

sumber : https://suaramuhammadiyah.id/2022/10/14/pengumpat-dan-pencela/
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id