Minta Perlindungan Selain ke Allah Bagai Berlindung di Jaring Laba-Laba

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko

 Senin 19 Sep 2022 10:17 WIB

Alquran dan terjemahannya. Foto: SPA Alquran dan terjemahannya.

Sarang laba-laba itu ibarat dari suatu bangunan rumah yang sangat rapuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alquran menerangkan bahwa orang yang berlindung kepada berhala atau sesuatu selain Allah SWT, bagai orang yang berlindung di jaring laba-laba. Artinya tempat berlindungnya sangat rapuh, lemah dan sebenarnya tidak bisa melindunginya. Hal ini dijelaskan dalam tafsir Surat Al-Ankabut Ayat 41.

مَثَلُ الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْلِيَاۤءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوْتِۚ اِتَّخَذَتْ بَيْتًاۗ وَاِنَّ اَوْهَنَ الْبُيُوْتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوْتِۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ

Baca Juga

Perumpamaan orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai pelindung adalah seperti laba-laba betina yang membuat rumah. Sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba. Jika mereka tahu, (niscaya tidak akan menyembahnya). (QS Al-Ankabut: 41)

Ayat ini mengandung arti, kaum musyrikin yang menyembah berhala dan berharap perlindungan darinya, sebuah sikap yang tidak dapat diterima akal dan jiwa yang sehat. Dijelaskan bahwa perumpamaan orang-orang yang bersungguh-sungguh mengambil dan menjadikan berhala atau hal lainnya sebagai pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah dengan sungguh-sungguh dan bersusah payah untuk menjadi tempat perlindungan baginya. Sesungguhnya rumah yang paling lemah dan rapuh adalah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui bahwa perumpamaannya sedemikian rupa, maka mereka pasti tidak akan menjadikannya sebagai pelindung.

Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama ayat ini menerangkan, kaum penyembah berhala yang memandang selain Allah sebagai penolong mereka dan selalu mengharapkan darinya pertolongan dan penolak bahaya, bagaikan laba-laba yang berlindung pada sarangnya yang begitu lemah, sehingga tidak kuat menahan tiupan angin, dan tidak kuat melindunginya dari dingin dan panas. Sarang tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan utamanya apabila sedang diperlukan.

Demikianlah halnya orang-orang kafir (musyrik). Mereka tidak sanggup menyelamatkan diri bila Allah mendatangkan siksa-Nya. Pelindung mereka (selain dari Allah) tidak akan dapat memberikan pertolongan. Bahkan, diri mereka sendiri tidak dapat mengelakkan mereka dari azab Allah.

Ringkasnya, orang musyrik penyembah berhala itu bagaikan laba-laba yang membuat sarang, sangat rapuh dan lemah. Sarang laba-laba itu ibarat dari suatu bangunan rumah yang sangat rapuh. Demikian pula agama yang sangat lemah adalah agama yang menyembah berhala.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id