Orang Munafik yang Mengaku Beriman

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko

 Sabtu 17 Sep 2022 23:00 WIB

Infografis Alasan Ada Surah yang Terputus dalam Alquran. Ilustrasi Alquran Foto: Republika.co.id Infografis Alasan Ada Surah yang Terputus dalam Alquran. Ilustrasi Alquran

Allah SWT pasti mengetahui orang-orang yang beriman.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Alquran menegaskan bahwa Allah SWT pasti mengetahui orang-orang yang beriman. Allah SWT juga pasti mengetahui orang-orang yang munafik meski mereka mengaku telah beriman kepada Allah SWT. Orang munafik mungkin dapat menipu manusia, tapi tidak dapat menipu Allah. Hal ini dijelaskan dalam Tafsir Surah Al-Ankabut Ayat 11.

وَلَيَعْلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ

Baca Juga

Allah pasti mengetahui orang-orang yang beriman dan Dia pasti mengetahui orang-orang munafik. (QS Al-Ankabut: 11)

Mustahil (tidak mungkin) Allah tidak mengetahui keadaan makhluk-Nya. Allah pasti mengetahui dengan ilmu-Nya yang azali, tentang orang-orang yang beriman dengan sungguh-sungguh. Allah juga pasti mengetahui orang-orang yang munafik. Allah akan memberikan balasan kepada masing-masing dari mereka sesuai dengan apa yang dikerjakannya.

Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama, ayat ini menerangkan bahwa Allah memperingatkan sikap orang-orang yang munafik dan menegaskan bahwa Dia mengetahui segala sesuatu yang tergores dalam hati mereka. Tidak ada sedikitpun yang tersembunyi dari Allah.

Ringkasnya orang-orang munafik tersebut telah diketahui Allah bagaimana hati mereka yang sebenarnya sekalipun mereka senantiasa menyatakan imannya. Allah tidak mungkin dapat mereka tipu dengan cara demikian.

Fitnah dalam bentuk cobaan dan siksaan tersebut tidak lain hanyalah untuk menyisihkan orang-orang yang beriman, siapa yang sungguh-sungguh murni keyakinannya dan siapa pula yang berjiwa munafik (hipokrit).

Orang yang betul-betul beriman akan menaati Allah dalam segala keadaan dan situasi. Mereka yang tabah dan sabar menghadapi penderitaan akan memperoleh kemenangan dan pahala yang setimpal dari Allah.

Sebaliknya, orang munafik kembali akan mendurhakai-Nya bila sedang ditimpa cobaan atau ketika merasakan beban dan kewajiban yang dipikulkan sangat memberatkan, sehingga hati mereka tidak tahan mengerjakannya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini