Tiga Dimensi Moderasi dalam Alquran

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

 Kamis 15 Sep 2022 06:50 WIB

Ilustrasi anak mengaji alquran. Tiga Dimensi Moderasi dalam Alquran Foto: Republika/Yogi Ardhi Ilustrasi anak mengaji alquran. Tiga Dimensi Moderasi dalam Alquran

Alquran menjelaskan detail tentang kehidupan dan kebutuhan manusia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu karakteristik yang disebutkan dalam Alquran adalah moderasi atau keselarasan antara Tuhan dan manusia. Alquran menjelaskan detail tentang kehidupan dan kebutuhan manusia. Ini berguna agar membantu manusia berada di jalan yang benar.

Alquran menyebut umat Islam sebagai bangsa tengah dalam surat Al-Baqarah ayat 143:

Baca Juga

“Demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Nabi Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menetapkan kiblat (Baitulmaqdis) yang (dahulu) kamu berkiblat kepadanya, kecuali agar Kami mengetahui (dalam kenyataan) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sesungguhnya (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. (Umat pertengahan berarti umat pilihan, terbaik, adil, dan seimbang, baik dalam keyakinan, pikiran, sikap, maupun perilaku.)”

Moderasi dalam Alquran

Kebijakan Alquran bekerja dalam tiga dimensi utama: ke dalam hati, ke luar, dan ke atas. Secara batiniah, ia menembus ke dalam relung hati yang paling dalam dan mencapai kedalaman pikiran. Ini bertujuan agar individu sehat fisiknya dan hatinya.

Alquran berbicara atas nama Tuhan dan merujuk semua hal kepada-Nya. Semua prinsip yang berkaitan dengan manusia, mulai dari persoalan pribadi hingga hubungan internasional diatur dalam Alquran. Inilah alasan Alquran sangat luar biasa karena berurusan dengan persoalan manusia secara umum hingga detail. Itu membuat kehadiran Tuhan terasa dalam setiap urusan manusia.

Alquran sebagai bimbingan manusia

Ini bukan alasan untuk mengasingkan diri atau pensiun dari kehidupan. Ini adalah undangan terbuka bagi manusia untuk menjadi perwujudan sejati di bumi dari kualitas-kualitas Tuhan yang luar biasa.

Ketika Alquran berfokus pada Tuhan, ia membuka cakrawala pemikiran baru bagi manusia, membimbingnya ke standar moralitas tinggi dan memperkenalkan sumber kedamaian dan kebaikan abadi. Alquran menyadari manusia bahwa Tuhan sebagai tujuan akhir.

Kebijakan Alquran yang konklusif

Dilansir About Islam, dalam semua dimensinya, kebijakan Alquran bersifat konklusif. Alquran tidak mengutuk atau menyiksa dan tidak mengabaikan jiwa. Semuanya ditempatkan dengan hati-hati dalam skema penciptaan. Ada hubungan yang proporsional antara perbuatan dan imbalan, antara sarana dan tujuan.

Kebijakan Alquran menyerukan kebenaran dalam pemikiran dan kesalehan dalam tindakan untuk kesatuan. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 2:

“Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini