Naskah Khutbah Jumat: Menyelami Makna Sabar

Red: Ani Nursalikah

 Kamis 01 Sep 2022 22:45 WIB

Warga menjaring ikan di aliran Sungai Citarum di Curug Jompong, Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (31/8/2022). Naskah Khutbah Jumat: Menyelami Makna Sabar Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA Warga menjaring ikan di aliran Sungai Citarum di Curug Jompong, Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (31/8/2022). Naskah Khutbah Jumat: Menyelami Makna Sabar

Allah meminta orang beriman agar menjadikan kesabaran sebagai pegangan.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: SyaifullahDosen Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَكْرَمَ مَنْ اِتَّقَى بِمَحَبَّتِهِ وَأَوْعَدَ مَنْ خَالَفَهُ بِغَضَبِهِ وَعَذَابِهِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَرْسَلَهُ بِالْهُدَى وَالدِّيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ،

Baca Juga

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى حَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ الله وَخَيْرِ خَلْقِهِ، وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِهِ، أَمَّا بَعْدُ،

فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Semoga Allah senantiasa melimpahkan kepada kita, hati yang penuh syukur dan hati yang senantiasa dilimpahkan kesabaran dalam hidup. Hati yang penuh syukur adalah hati yang senantiasa gigih, bersungguh-sungguh dalam memperbaiki diri dan kualitas hidup. Baik itu kualitas ibadah dan juga optimalisasi ikhtiar dalam mencari rezeki. Pun orang yang diliputi kesabaran akan senantiasa istqomah dalam kebaikan, konsisten dalam mengikuti perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Kemudian shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah-tercurah bagi baginda nabi Muhammad SAW yang merupakan contoh terbaik dalam menampilkan sikap syukur dan sabar. Kalaulah tidak dengan kesabaran dan kegigihan beliau dalam memperjuangkan agama Allah ini, sudah barang tentu kita tidak bisa mengecap indah dan lezatnya nikmat Iman dan Islam, maka marilah kita lafadzkan allahuhumma Sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala Ali Muhammad.

Melalui mimbar yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi, dan juga kepada jama’ah semuanya untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah ta’ala.

sumber : Suara Muhammadiyah
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini