Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim di Baitullah

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

 Selasa 26 Jul 2022 09:10 WIB

 Perintah Allah Kepada Nabi Ibrahim di Baitullah. Foto:  Ribuan jamaah haji mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, di kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa, 5 Juli 2022. Foto: AP Photo/Amr Nabil Perintah Allah Kepada Nabi Ibrahim di Baitullah. Foto: Ribuan jamaah haji mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, di kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa, 5 Juli 2022.

Allah memberi perintah kepada Nabi Ibrahim di Baitullah.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Alquran mengisahkan bahwa Nabi Ibrahim Alaihissalam ditempatkan atau ditunjukkan letak Baitullah. Kemudian, di Baitullah, Nabi Ibrahim mendapatkan perintah Allah SWT. Perintah ini dijelaskan dalam Surat al-Hajj Ayat 26-27 dan tafsirnya.

وَاِذْ بَوَّأْنَا لِاِبْرٰهِيْمَ مَكَانَ الْبَيْتِ اَنْ لَّا تُشْرِكْ بِيْ شَيْـًٔا وَّطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّاۤىِٕفِيْنَ وَالْقَاۤىِٕمِيْنَ وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ

Baca Juga

(Ingatlah) ketika Kami menempatkan Ibrahim di tempat Baitullah (dengan berfirman), “Janganlah engkau mempersekutukan Aku dengan apapun, sucikanlah rumah-Ku bagi orang-orang yang tawaf, mukim (di sekitarnya), serta rukuk (dan) sujud." (QS Al-Hajj: 26)

وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ ۙ

(Wahai Ibrahim, serulah manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. (QS Al-Hajj: 27)

Pada ayat 26 Surah Al-Hajj ini, menurut Tafsir Kementerian Agama, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW agar mengingatkan kepada orang-orang musyrik Makah yang menghalang-halangi manusia masuk agama Islam dan masuk Masjidil Haram tentang peristiwa yang pernah terjadi dahulu. Yaitu pada waktu Allah menunjukkan kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam, letak Baitullah yang akan dibangun kembali dan waktu ia memaklumkan kepada seluruh manusia di dunia atas perintah Allah bahwa Baitullah menjadi pusat peribadatan bagi seluruh manusia.

Dengan mengingatkan peristiwa-peristiwa itu diharapkan orang-orang musyrik Makah tidak lagi menghalang-halangi manusia masuk agama Islam dan masuk Masjidil Haram, karena agama Islam itu adalah agama nenek moyang mereka yakni Nabi Ibrahim dan Masjidil Haram itu didirikan oleh nenek moyang mereka pula.

Menurut ayat ini, Nabi Ibrahim orang yang pertama kali membangun Ka'bah. Namun, menurut suatu riwayat bahwa Nabi Ibrahim hanyalah bertugas membangun Kabah itu kembali bersama putranya Nabi Ismail Alaihissalam.

Sebelumnya telah didirikan Ka'bah itu, kemudian runtuh dan bekasnya tertimbun oleh pasir.

Menurut riwayat tersebut, setelah Nabi Ismail putra Nabi Ibrahim dan istrinya Hajar yang ditinggalkannya di Makkah menjadi dewasa maka Nabi Ibrahim datang ke Makah dari Palestina, untuk melaksanakan perintah-perintah Allah yaitu mendirikan kembali Ka'bah bersama putranya Nabi Ismail.

Allah memberitahukan kepada Nabi Ibrahim bekas tempat berdirinya Kabah yang telah runtuh itu dengan meniupkan angin kencang ke tempat itu, menjadi bersih, lalu Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail mendirikan Kabah di tempat itu.

Perintah Allah Kepada Nabi Ibrahim

Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Ibrahim dan umatnya agar mentauhidkan Allah, tidak mempersekutukannya dengan sesuatu pun, membersihkan Kabah dari segala macam perbuatan yang mengandung unsur-unsur syirik, mensucikannya dari segala macam najis dan kotoran, menjadikan Kabah sebagai pusat peribadatan bagi orang-orang yang beriman, seperti mengerjakan tawaf (berjalan mengelilingi Kabah).

Perkataan “sholat, rukuk dan sujud”, merupakan isyarat bahwa Kabah itu didirikan untuk umat Islam, karena sholat, rukuk, sujud itu, merupakan ciri khas ibadah umat Islam yang dilakukan dengan menghadap Kabah.

Allah telah melimpahkan karunia-Nya yang besar kepada kaum Muslimin, yang telah mempersiapkan pusat peribadatan mereka sejak lama sebelum diutus Rasul mereka yang membawa risalah Islamiyah.

Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa pendirian Ka'bah yang dilaksanakan Nabi Ibrahim atas perintah Allah itu, merupakan persiapan penyampaian risalah Islamiyah. Karena di kemudian hari Ka'bah itu dijadikan Allah sebagai kiblat sholat kaum Muslimin dan tempat mereka mengerjakan ibadah haji dan umrah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini