Membaca Alquran tanpa Paham Maknanya, Apakah Dapat Pahala?

Rep: Rossi Handayani/ Red: Nashih Nashrullah

 Jumat 20 May 2022 15:49 WIB

Umat muslim membaca Alquran (ilustrasi). Membaca Alquran mempunyai sejumlah keutamaan di dunia dan akhirat  Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA Umat muslim membaca Alquran (ilustrasi). Membaca Alquran mempunyai sejumlah keutamaan di dunia dan akhirat

Membaca Alquran mempunyai sejumlah keutamaan di dunia dan akhirat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Membaca Alquran bagi umat Islam akan membuahkan pahala bagi dirinya, namun bagaimana jika membaca kitab suci ini tanpa mengetahui tafsirnya? 

Dikutip dari buku Tajwid Lengkap Asy-Syafi'i karya Abu Ya'la Kurnaedi, dari Fatawa al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta, Membaca Alquran walaupun tidak dipahami tafsirnya termasuk amal saleh yang berbuah pahala. 

Baca Juga

Adapun seorang Muslim yang dapat mentadaburi ayat Alquran yang dibaca sehingga memahami kalam Rabbnya, maka pahalanya lebih besar serta pengaruhnya terhadap diri sendiri lebih banyak.  

Di samping itu, hendaknya seorang qari juga meniatkan dalam membaca dan mentadaburi Alquran secara murni karena wajah Allah SWT, bukan karena riya atau ingin dipuji dan sumah (ingin didengar), serta tidak minta upah apa pun, karena ibadahnya merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada-Nya.  

Kemudian juga menghormati adab-adab tilawah atau membaca Alquran, seperti ber-istiadzah (meminta perlindungan) kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk ketika memulai qiraah. Selain itu juga membaca basmalah apabila memulai qiraahnya dari awal surah selain surat At Taubah.  

Selanjutnya, sebaiknya duduk ketika membaca Alquran, begitu juga berpakaian yang baik, menghadap kiblat, dan berada di tempat terhormat yang layak dengan keagungan Kitab-Nya. 

 

Keutamaan membaca Alquran 

Membaca Alquran merupakan ibadah yang mempunyai banyak keutamaan bagi seorang hamba. Masih dikutip dari buku yang sama, terdapat sejumlah keutamaan membaca Alquran yaitu sebagai berikut: 

1. Perniagaan yang tidak pernah merugi

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ# لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Alquran) dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Mahapengampun, Mahapensyukur." (QS Fathir ayat 29-30). 

Dalam ayat ini Allah menjanjikan kepada ahlul Quran (para pembaca Alquran yang mengamalkannya) pahala yang besar, dan Dia memberikan tambahan kepada mereka karunia yang tidak diketahui besarnya kecuali oleh-Nya. Sungguh, beruntunglah orang-orang yang disifati sesuai dengan ayat tersebut.   

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini