Tujuh Doa Harian Terbaik Umat Muslim, Mulai dari Perlindungan Hingga Depresi

Rep: mgrol135/ Red: Ani Nursalikah

 Ahad 01 May 2022 03:10 WIB

Berdoa (Ilustrasi). Tujuh Doa Harian Terbaik Umat Muslim, Mulai dari Perlindungan Hingga Depresi Foto: Republika/Thoudy Badai Berdoa (Ilustrasi). Tujuh Doa Harian Terbaik Umat Muslim, Mulai dari Perlindungan Hingga Depresi

Jangan banyak bicara tanpa mengingat Allah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika kita merasa cemas dan sulit di dalam hidup, ketika kita merasa rendah secara spiritual, dan jiwa kita menjadi gelap dan kita tidak merasa ingin melakukan apa-apa, hati kita menjadi keras dan hari-hari kita menjadi kosong.

Beberapa dari kita menggunakan dokter dan obat-obatan atau mencari bantuan dalam membicarakan masalah mereka kepada orang-orang, tetapi beberapa dari kita ingat untuk berpasrah kepada Allah, di tempat pertama untuk mengobati masalah kita. Kita tahu bahwa Allah adalah Maha Kasih Sayang, kita percaya Dia lebih besar dari masalah kita.

Baca Juga

Nabi Muhammad bersabda, “Jangan banyak bicara tanpa mengingat Allah. Sesungguhnya berbicara berlebihan tanpa mengingat Allah mengeraskan hati. Dan sesungguhnya orang yang paling jauh dari Allah adalah orang yang keras hati.” (HR At-Tirmidzi 2411)

Dia juga berkata, “Rumah yang di dalamnya ada dzikir kepada Allah dan rumah yang di dalamnya tidak berdzikir adalah seperti orang yang hidup dan yang mati.” (HR Muslim 779)

Berikut ini adalah beberapa doa dan hadits penting yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad (SAW) untuk kita praktikkan sehari-hari.

Tujuh Doa Harian Terbaik Umat Muslim

1. Dzikir Terbaik

Dzikir terbaik adalah “Tidak ada yang berhak disembah selain Allah (La ilaha illallah) dan doa terbaik adalah: Segala puji bagi Allah (alḥamdulillah). (HR At-Tirmidzi 3383)

2. Doa Terbaik untuk Memuliakan Allah

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقَهِ وَرِضَى نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

“Subhana Allah wa bihamdihi adada khalqihi wa rida nafsihi wa zinata arshihi wa midada kalimatihi.”

Artinya: “Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, sebanyak hitungan makhluk-Nya, menurut keridhoan-Nya, menurut arsy-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-Nya” “Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya; sebanyak bilangan makhluk-Nya, serela diri-Nya, setimbangan ‘arsy-Nya, dan sebanyak tinta (bagi) kata-kata-Nya.” Tiga kali (HR Muslim dari Juwairiyah)

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id