Apa Derajat Hadits Tidurnya Orang Puasa adalah Ibadah?

Red: Nashih Nashrullah

 Sabtu 30 Apr 2022 19:20 WIB

Hadits tidurnya orang berpuasa kerap beredar selama Ramadhan. Ilustrasi puasa tidur  Foto: Dok. DMI/Yadi Jentak Hadits tidurnya orang berpuasa kerap beredar selama Ramadhan. Ilustrasi puasa tidur

Hadits tidurnya orang berpuasa kerap beredar selama Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Salah satu hadits yang disandarkan kepada Rasulullah SAW dan beredar ketika Ramadhan adalah tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Seperti apakah status hadits tersebut?  

Penjelasan terkait ini disampaikan Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur dan Direktur Aswaja Center Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH Ma’ruf Khozin. Riwayat hadits ini memiliki banyak penilaian dari para ulama ahli hadits. Berikut penjelasannya:

Baca Juga

1. Al Hafidz Al Iraqi. Hadits ini tercantum dalam kitab Ihya' Ulumuddin:  

ﺣﺪﻳﺚ «ﻧﻮﻡ اﻟﺼﺎﺋﻢ ﻋﺒﺎﺩﺓ Hadits: "Tidurnya orang yang puasa adalah ibadah"

Ditakhrij Al Hafidz Al Iraqi: ﺭﻭﻳﻨﺎﻩ ﻓﻲ ﺃﻣﺎﻟﻲ اﺑﻦ ﻣﻨﺪﺓ ﻣﻦ ﺭﻭاﻳﺔ اﺑﻦ اﻟﻤﻐﻴﺮﺓ اﻟﻘﻮاﺱ ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺑﺴﻨﺪ ﺿﻌﻴﻒ 

“Kami meriwayatkan hadits ini dalam kitab Amali Ibnu Mundah dari riwayat Ibnu Mughirah dari Ibnu Umar, sanadnya daif.” 

ﻭﺭﻭاﻩ ﺃﺑﻮ ﻣﻨﺼﻮﺭ اﻟﺪﻳﻠﻤﻲ ﻓﻲ ﻣﺴﻨﺪ اﻟﻔﺮﺩﻭﺱ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺃﻭﻓﻰ ﻭﻓﻴﻪ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﻤﺮﻭ اﻟﻨﺨﻌﻲ ﺃﺣﺪ اﻟﻜﺬاﺑﻴﻦ.

“Hadits ini diriwayatkan oleh Dailami dalam Musnad Firdaus, di dalamnya ada Sulaiman bin Amr An-Nakhai, salah satu pembohong (Takhrij Hadits Ihya') 

2. Imam Al Baihaqi. Imam Al-Baihaqi mencantumkan hadits ini dalam kitab Syuab Al-Iman sebanyak tiga riwayat. Beliau hanya memberi penilaian daif, bukan palsu.

Hal ini berdasarkan metode penulisan Al Baihaqi di awal kitabnya yang tidak akan memasukkan hadits palsu:  

ﻭﺃﻧﺎ - ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻢ ﺃﻫﻞ اﻟﺤﺪﻳﺚ - ﺃﺣﺐ ﺇﻳﺮاﺩ ﻣﺎ ﺃﺣﺘﺎﺝ ﺇﻟﻴﻪ ﻣﻦ اﻟﻤﺴﺎﻧﻴﺪ ﻭاﻟﺤﻜﺎﻳﺎﺕ ﺑﺄﺳﺎﻧﻴﺪﻫﺎ، ﻭاﻻﻗﺘﺼﺎﺭ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻻ ﻳﻐﻠﺐ ﻋﻠﻰ اﻟﻘﻠﺐ ﻛﻮﻧﻪ ﻛﺬﺑﺎ. ﻓﻔﻲ اﻟﺤﺪﻳﺚ اﻟﺜﺎﺑﺖ ﻋﻦ ﺳﻴﺪﻧﺎ اﻟﻤﺼﻄﻔﻰ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ:" ﻣﻦ ﺣﺪﺙ ﺑﺤﺪﻳﺚ ﻭﻫﻮ ﻳﺮﻯ ﺃﻧﻪ ﻛﺬﺏ ﻓﻬﻮ ﺃﺣﺪ اﻟﻜﺎﺫﺑﻴﻦ".

“Saya mengikuti penulisan ahli hadits untuk menyampaikan apa yang saya perlukan berupa hadits berdasarkan riwayat sahabat dan kisah-kisah beserta sanadnya, serta meringkas hal-hal yang dipastikan dalam hati bahwa itu adalah riwayat palsu. Dalam hadits dari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam: "Barangsiapa yang menyampaikan hadits dan dia tahu bahwa itu palsu maka dia adalah salah satu dari 2 pembohong." (Muqadimah Syuab Al-Iman)

3. Syekh Albani

Mencantumkan keseluruhan riwayat hadits ini dalam kitabnya Silsilah Dhaifah, ada yang dinilai palsu tapi ada yang sekedar dinilai daif. Tapi pada poin akumulasi beliau memberi penilaian daif saja. 

Kesimpulannya adalah derajat hadits ini adalah daif, tapi ada jalur riwayat yang di dalamnya ada perawi pendusta.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini