Senin 14 Sep 2026 12:27 WIB

Kasih Sayang Rasulullah kepada Hewan, Jangan Menyakiti Makhluk Allah

Kasih sayang merupakan salah satu nilai utama dalam ajaran Islam.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Pengunjung melihat hewan kelinci saat Pameran Flora dan Fauna (Flona) 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (31/8/2026). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar festival lingkungan yang menghadirkan sekitar 200 stan UMKM flora dan fauna unggulan yang berlangsung hingga 28 September 2026 untuk mengenalkan kekayaan biodiversitas Indonesia sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Foto: Republika/Prayogi
Pengunjung melihat hewan kelinci saat Pameran Flora dan Fauna (Flona) 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (31/8/2026). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar festival lingkungan yang menghadirkan sekitar 200 stan UMKM flora dan fauna unggulan yang berlangsung hingga 28 September 2026 untuk mengenalkan kekayaan biodiversitas Indonesia sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islam mengajarkan kasih sayang bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada seluruh makhluk ciptaan Allah SWT. Rasulullah Muhammad SAW memberikan teladan bagaimana memperlakukan hewan dengan penuh kelembutan, termasuk melarang tindakan menyakiti atau membunuh hewan tanpa alasan yang dibenarkan.

Kasih sayang merupakan salah satu nilai utama dalam ajaran Islam. Alquran menyebut Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Baca Juga

Allah SWT berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

Artinya: "Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam." (QS al-Anbiya: 107).

Teladan tersebut juga terlihat dalam berbagai hadits Nabi SAW mengenai perlakuan terhadap hewan. Rasulullah SAW mengingatkan umatnya agar tidak membunuh hewan hanya untuk kesenangan atau permainan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan an-Nasa'i, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَتَلَ عُصْفُورًا عَبَثًا عَجَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يَقُولُ: يَا رَبِّ، إِنَّ فُلَانًا قَتَلَنِي عَبَثًا، وَلَمْ يَقْتُلْنِي لِمَنْفَعَةٍ

Artinya: "Barang siapa membunuh seekor burung pipit dengan sia-sia, burung itu akan mengadu kepada Allah SWT pada hari kiamat seraya berkata, 'Wahai Tuhanku, sesungguhnya orang itu telah membunuhku dengan sia-sia dan tidak membunuhku untuk suatu manfaat.'" (HR an-Nasa'i).

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi