REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kisah diusirnya Nabi Adam AS dan istrinya, Hawa, dari surga memunculkan pandangan bahwa yang bersalah adalah Hawa karena menggoda Adam. Benarkah pendapat itu?
Prof Buya Hamka dalam bukunya Buya Hamka berbicara tentang Perempuan menjelaskan bahwa di dalam tiga agama yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam, terdapat satu persamaan ajaran tentang asal usul nenek moyang manusia yaitu Adam dan Hawa. Mereka diberikan kediaman oleh Allah di surga Adn.
Lalu, mereka diperdayakan oleh Iblis sehingga terusir dari surga. Mereka disuruh turun ke dunia untuk hidup di bumi turun temurun hingga wafat.
Di dalam Kitab Kejadian (Perjanjian Lama) Pasal III dijelaskan bahwa iblis yang memperdaya Adam dan Hawa menumpang di dalam mulut ular dan dikatakan bahwa ular adalah binatang yang paling cerdik dan penipu. Dikatakan pula bahwasanya yang tertipu lebih dulu adalah si istri yaitu Hawa karena perempuan adalah jenis manusia yang lemah dan lekas terpedaya.
"Maka, dilihat oleh perempuan itu bahwa buah pohon itu baik akan dimakan dan sedap kepada pemandangan mata, yaitu sebatang pokok asyik akan mendatangkan budi maka diambilnya daripada buah, lalu dimakannya serta diberikannya pula pada lakinya, maka ia pun makanlah." (Kejadian 3:6)