Selasa 24 Feb 2026 18:10 WIB

Alquran Sebut Sempurnakanlah Puasa Hingga Waktu Malam, Waktu Berbuka Menunggu Malam Hari?

Alquran dan hadits Nabi SAW tidak saling bertentangan.

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Petugas menyiapkan hidangan takjil untuk berbuka puasa di Executive Mushola, Mall Senayan City, Jakarta, Senin (23/2/2026). Mushola dengan kapasitas sekitar 50 jamaah laki-laki tersebut dilengkapi berbagai fasilitas seperti rak penitipan sepatu, ruang tunggu hingga perlengkapan sholat dan Al-Quran. Selain itu, mushola tersebut juga dilakukan perawatan secara rutin seperti area tempat wudhu dan toilet, kebersihan lantai area tunggu dan karpet masjid. Pada bulan suci Ramadan, mushola tersebut juga menyediakan takjil untuk berbuka puasa bagi pengunjung setiap hari. Hal tersebut dilakukan guna memberikan kenyamanan bagi pengunjung mall saat beribadah dan berbuka puasa.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas menyiapkan hidangan takjil untuk berbuka puasa di Executive Mushola, Mall Senayan City, Jakarta, Senin (23/2/2026). Mushola dengan kapasitas sekitar 50 jamaah laki-laki tersebut dilengkapi berbagai fasilitas seperti rak penitipan sepatu, ruang tunggu hingga perlengkapan sholat dan Al-Quran. Selain itu, mushola tersebut juga dilakukan perawatan secara rutin seperti area tempat wudhu dan toilet, kebersihan lantai area tunggu dan karpet masjid. Pada bulan suci Ramadan, mushola tersebut juga menyediakan takjil untuk berbuka puasa bagi pengunjung setiap hari. Hal tersebut dilakukan guna memberikan kenyamanan bagi pengunjung mall saat beribadah dan berbuka puasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pada bulan suci Ramadhan, umat Islam yang telah aqil baligh dan berakal sehat diwajibkan menjalankan ibadah puasa dengan menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Namun, sebagian umat Islam masih bertanya-tanya tentang kapan tepatnya waktu berbuka puasa, apakah harus menunggu malam benar-benar gelap atau cukup saat masuk waktu Maghrib.

Baca Juga

Alquran memerintahkan agar puasa disempurnakan hingga malam hari sebagaimana disebutkan dalam Surah al-Baqarah ayat 187:

"ثم أتموا الصيام إلى الليل..."

Artinya: "Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam..." (QS al-Baqarah: 187).

Ayat tersebut kerap menimbulkan pertanyaan, apakah yang dimaksud malam adalah saat langit telah benar-benar gelap atau sejak matahari terbenam.

Pakar tafsir Alquran, M Quraish Shihab menjelaskan, umat Islam tidak perlu mempertentangkan antara Alquran dan hadits terkait waktu berbuka puasa. Keduanya justru saling menjelaskan.

Dalam bukunya M Quraish Shihab Menjawab yang diterbitkan Lentera Hati, ia menegaskan bahwa yang dimaksud "malam" dalam ayat tersebut adalah saat matahari telah terbenam dan kegelapan mulai tampak di ufuk langit, yakni waktu Maghrib.

photo
Infografis Kemuliaan Bulan Ramadhan - (Republika)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement