Rabu 25 Mar 2026 14:06 WIB

Mengapa Kera Dipilih Sebagai Kutukan Allah SWT Atas Yahudi? Ini Rahasianya Menurut Pakar Tafsir

Allah SWT menghinakan kaum Yahudi akibat durhaka mereka.

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Kaum Yahudi (ilustrasi)
Foto: pxhere
Kaum Yahudi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kisah tentang Bani Israil yang dikutuk menjadi kera merupakan salah satu narasi Alquran yang kerap memantik pertanyaan.

Dalam surah Al-Baqarah, Allah SWT berfirman tentang mereka yang melanggar ketentuan Sabtu, lalu dijatuhi hukuman menjadi “kera yang hina terkutuk”. Allah SWT berfirman:

Baca Juga

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِيْنَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِى السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خٰسِـِٕيْنَ. فَجَعَلْنٰهَا نَكَالًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَمَا خَلْفَهَا وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِيْنَ

Artinya: "Sungguh, kamu benar-benar telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu pada hari Sabat, lalu Kami katakan kepada mereka, 'Jadilah kamu kera yang hina!'. Maka, Kami jadikan (yang demikian) itu sebagai peringatan bagi orang-orang pada masa itu dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa." (QS Al-Baqarah [2]:65-66)

Ulama tafsir Indonesia, M Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul M Quraish Shihab Menjawab", memberikan penjelasan mendalam terkait ayat ini.

Dia menekankan bahwa peristiwa tersebut tidak bisa dilepaskan dari konteks pelanggaran yang dilakukan secara sengaja dan penuh rekayasa.

Hari Sabtu, dalam syariat Bani Israil, ditetapkan sebagai hari ibadah yang harus bebas dari aktivitas duniawi, termasuk mencari ikan.

Namun, sebagian dari mereka justru menyiasati larangan itu dengan cara licik. Mereka membuat kolam atau bendungan untuk menjebak ikan pada hari Sabtu, lalu menangkapnya pada hari berikutnya.

Menurut sebagian mufasir, kata Quraish Shihab, peristiwa ini terjadi di wilayah Aylah, Palestina. Secara lahiriah, mereka tampak tidak melanggar aturan karena tidak menangkap ikan di hari Sabtu. Namun secara substansi, mereka jelas mengakali hukum Allah SWT.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement