Selasa 23 Dec 2025 14:00 WIB

Adab Berdoa Rasulullah SAW yang Diungkap Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin

Doa adalah senjata ampuh orang-orang yang beriman

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Nashih Nashrullah
ILUSTRASI berdoa.
Foto: AP Photo/Armando Franca
ILUSTRASI berdoa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Berdoa bukan sekadar menyampaikan permohonan, melainkan ibadah yang memiliki adab dan tata cara.

Para ulama menegaskan bahwa doa yang baik dimulai dengan mengingat Allah, memperbanyak zikir, dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa adab-adab inilah yang dicontohkan Rasulullah SAW agar doa menjadi lebih khusyuk, beretika, dan dekat dengan pengabulan.

Tokoh bernama lengkap Imam Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali ini menerangkan bahwa di antara adab berdoa itu adalah mengawali doa dengan menyebut nama Allah atau berzikir dan membaca sholawat.

Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al Ghazali menuliskan bahwa doa sebaiknya diawali dengan menyebut nama Allah SWT atau berzikir kepada-Nya.

Jangan langsung meminta atau langsung berdoa tanpa berzikir kepada-Nya terlebih dahulu. Sebagaimana Salamah bin al-Akwa radhiyallahu anhu pernah mengatakan:

ما سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يستفتح الدعاء إلا استفتحه بقول سبحان ربي العلي الأعلى الوهاب

"Belum pernah aku mendengar Rasulullah SAW berdoa tanpa mengucapkan, Subhana rabbiyal 'aliyyil a'la wal wahhab (Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi, Yang Tertinggi, dan Yang Maha Memberi)."

Abu Sulaiman al-Darani Rahimahullah pernah mengatakan:

من أراد أن يسأل الله حاجة فليبدأ بالصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم ثم يسأله حاجته ثم يختم بالصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم فإن الله عز وجل يقبل الصلاتين وهو أكرم من أن يدع ما بينهما

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement