REPUBLIKA.CO.ID, Dalam khazanah hadis yang dikutip Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni, terdapat penjelasan mendalam tentang keutamaan sabar menghadapi musibah. Rasulullah SAW menerangkan, tidak semua amal kelak ditimbang dengan mizan pada hari kiamat. Ada golongan hamba yang justru memperoleh pahala tanpa hitungan, yakni mereka yang diuji dengan musibah di dunia dan menjalaninya dengan kesabaran penuh keimanan.
Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni dalam Nashaihul Ibad meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda sebagai berikut:
"Apabila kiamat telah tiba, maka timbangan diletakkan, lalu ahli sholat didatangkan, maka dipenuhi pahala-pahala mereka sesuai perhitungan mizan. Lalu didatangkan orang-orang yang berpuasa dan diberikan pahala mereka sesuai dengan perhitungan mizan."
"Akhirnya didatangkan orang-orang yang sewaktu hidup di dunia ditimpa musibah, untuk mereka tidak diperhitungkan dengan mizan dan tidak pula dibentangkan kepada mereka catatan amalnya, (mereka) diberi pahala sepenuhnya tanpa hitungan, sehingga orang-orang yang selamat mengharapkan mendapat kedudukan seperti mereka karena banyaknya pahala dari Allah SWT."
Sabda Nabi Muhammad SAW tersebut menegaskan, amal sholat, puasa, dan haji akan diperhitungkan dalam timbangan amal. Meski demikian, ada amal perbuatan yang tidak diperhitungkan (tidak terhitung jumlahnya) sama sekali, yaitu orang-orang yang sewaktu hidup di dunia tertimpa suatu musibah kemudian mereka sabar menghadapinya.
Pada hari kiamat, orang-orang yang sewaktu di dunianya senantiasa berada dalam kesenangan, kemudahan, dan kekayaan, mereka mengharapkan dapat seperti orang-orang yang ditimpa musibah, karena banyaknya pahala yang diberikan oleh Allah kepada mereka.