Kamis 03 Apr 2025 23:14 WIB

Mengapa Islam Menganjurkan Menjilat Jari Setelah Makan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Menjilat sisa makanan di jari termasuk sunnah Rasulullah SAW.

Rep: Muhyiddin / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi makan. Menjilat sisa makanan di jari termasuk sunnah Rasulullah SAW.
Foto: Dok. Freepik
Ilustrasi makan. Menjilat sisa makanan di jari termasuk sunnah Rasulullah SAW.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dalam adab Islam dianjurkan untuk menjilat jari tangan setelah makan. Hal ini karena Nabi Muhammad SAW menjilat jari-jarinya setelah makan dan sebelum mencucinya dengan air.

Dari Ibnu Abbas Ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا, فَلَا يَمْسَحْ يَدَهُ, حَتَّى يَلْعَقَهَا, أَوْ يُلْعِقَهَا». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artunya: "Jika salah seorang di antara kalian makan, maka janganlah ia mengusap tangannya sebelum ia menjilatnya atau yang lain yang menjilatnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Yang dimaksud makanan dalam hadits ini adalah makanan yang memiliki suatu yang basah yang menempel pada jari. Berbeda dengan makanan yang kering, maka tidak diberlaku larangan dalam hadits ini.

Sedangkan yang dimaksud larangan mengusap tangannya adalah jangan mengusap sisa makanan dengan sapu tangan dan semacamnya.

Menjilat jari setelah makan adalah bentuk penghormatan terhadap makanan agar tidak ada yang tersisa atau terbuang. Hadis ini juga menunjukkan bahwa keberkahan bisa terdapat pada sisa makanan yang melekat di jari.

Jadi, Islam menganjurkan untuk menjilat jari tangannya setelah makan karena kita tidak tahu di mana tempat adanya keberkahan. Namun, menjilat jari ini hukumnya sunah, bukan wajib.

Nabi Muhammad SAW memang dikenal sebagai pribadi yang sangat sederhana dan tidak suka menyia-nyiakan makanan. Dalam ajaran Islam, membuang makanan tanpa alasan yang jelas dianggap sebagai bentuk pemborosan yang dilarang.

Seorang ulama besar yang hidup di zaman sahabat Rasulullah, Hasan Bashri memberikan gambaran tentang kehidupan Rasulullah. Dalam buku "Tenangkan Pikiran dan Hatimu Setiap Saat dengan Petuah-Petuah Bijak" diceritakan, ketika Allah SWT mengutus Muhammad, mereka mengenal wajah beliau dan mengetahui nasab beliau.

BACA JUGA: Viral Perempuan Pukul Askar di Area Masjid Nabawi Madinah, Ini Tanggapan Arab Saudi

Allah SWT berfirman: "Ini adalah Nabi dan ini adalah pilihan-Ku, maka ikutilah sunah dan jalannya."

Demi Allah, menurut Hasan Bashri, Nabi tak pernah diberi makanan yang hina, tak pernah ditinggalkan, pintu-pintu tak pernah tertutup baginya dan tak pernah ada hijab yang menghalangi beliau.

"Ia duduk di atas tanah, meletakkan makanannya di atas tanah, mengenakan pakaian kasar, menunggang keledai, mengikuti (keledai) dari belakang, dan menjilat tangannya (setelah makan)," kata Hasan Bashri.

photo
Infografis Alasan Nabi Muhammad tidak Pernah Makan Makanan Panas - (Republika.co.id)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement