Rabu 05 Jun 2024 05:54 WIB

Doa Selepas Sholat Dhuha Versi NU Beserta Latin dan Terjemahan

Wahai Tuhanku, jika rezekiku ada di langit maka turunkanlah..

Abdi dalem Keraton Yogyakarta bersama warga menunaikan Shalat Dhuha di sela Majelis Semaan Al Quran memperingati 277 Tahun Hadeging Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, Rabu (13/12/2023). Pengetan Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat atau Peringatan Berdirinya Kesultanan Yogyakarta dilakukan setiap 28-29 Jumadilawal Tahun Jawa. Semaan Al Quran ini dilakukan mulai habis Subuh hingga Isya atau sampai khatam oleh Kanca Kaji dan warga masyarakat. Perlu diketahui bahwa proklamasi berdirinya Kesultanan Yogyakarta pada 13 Maret 1755 Masehi atau 28 Jumadilawal 1680 Tahun Jawa.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Abdi dalem Keraton Yogyakarta bersama warga menunaikan Shalat Dhuha di sela Majelis Semaan Al Quran memperingati 277 Tahun Hadeging Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, Rabu (13/12/2023). Pengetan Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat atau Peringatan Berdirinya Kesultanan Yogyakarta dilakukan setiap 28-29 Jumadilawal Tahun Jawa. Semaan Al Quran ini dilakukan mulai habis Subuh hingga Isya atau sampai khatam oleh Kanca Kaji dan warga masyarakat. Perlu diketahui bahwa proklamasi berdirinya Kesultanan Yogyakarta pada 13 Maret 1755 Masehi atau 28 Jumadilawal 1680 Tahun Jawa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sholat Dhuha merupakan satu dari beragam jenis shalat sunah yang dicontohkan Rasulullah SAW. Sholat Dhuha dikerjakan sampai gelincir matahari atau waktu Zuhur. Sholat Dhuha bisa dikerjakan minimal dua rakaat dan maksimal delapan rakaat.

Bagi kalangan Nahdliyin, tidak afdal rasanya jika tidak melafazkan doa seusai melaksanakan sholat Dhuha. Dilansir dari NU Online, setelah melakukan Sholat Dhuha, ,kita dianjurkan untuk membaca doa sebagai berikut sebagaimana ditemukan di kitab-kitab fiqih Mazhab Syafi’i yaitu I’anatut Thalibin, Tuhfatul Muhtaj, Hasyiyatul Jamal.

Baca Juga

Berikut ini lafal doa dan terjemahannya:

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

Allāhumma innad dhuhā’a dhuhā’uka, wal bahā’a bahā’uka, wal jamāla jamāluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka.

Artinya, “Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu.”

اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعْسِرًا

(مُعَسَّرًا) فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allāhuma in kāna rizqī fis samā’i fa anzilhu, wa inkāna fil ardhi fa akhrijhu, wa inkāna mu’siran (mu‘assaran) fa yassirhu, wa in kāna harāman fa thahhirhu, wa inkāna ba‘īdan fa qarribhu, bi haqqi duhā’ika wa bahā’ika wa jamālika wa quwwatika wa qudratika. ātinī mā atayta ‘ibādakas shālihīn.

Artinya, “Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah. Jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah. Jika sukar atau dipersulit (kudapat), mudahkanlah. Jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.”

Setelah itu, kita juga dianjurkan membaca lafal doa berikut ini:

اَللهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكُ أُقَاتِل

Allāhumma bika ushāwilu, wa bika uhāwilu, wa bika uqātilu.

Artinya, “Dengan-Mu, aku menerjang. Dengan-Mu, aku berupaya. Dengan-Mu, aku berjuang.” Sebagai penutup, kita dianjurkan juga untuk menutup doa shalat Dhuha dengan lafal berikut ini sebanyak 40 atau 100 kali jika memungkinkan:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Rabbighfir lī, warhamnī, wa tub ‘alayya, innaka antat tawwābur rahīm.

Artinya, “Tuhanku, ampunilah aku. Kasihanilah daku.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement