Kamis 04 Apr 2024 21:14 WIB

Rasulullah SAW Ingatkan Jangan Buang atau Sia-siakan Makanan, Ini Hikmahnya

Rasulullah SAW sangat memuliakan makanan

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi makanan. Rasulullah SAW sangat memuliakan makanan
Foto: Dok. Freepik
Ilustrasi makanan. Rasulullah SAW sangat memuliakan makanan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Guru Besar Hadits Universitas Imam Al-Adzham di Irak, Fahmi Ahmad Abdul Rahman Al Qazaz menyampaikan penjelasan soal hadits yang berisi tentang keutamaan untuk memuliakan segala sesuatu, sekalipun makanan. 

Hal ini sebagaimana diriwayatkan Aisyah RA terkait dengan bagaimana Rasulullah SAW memperlakukan makanan.  Aisyah berkata sebagai berikut:

Baca Juga

 دَخَلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم الْبَيْتَ، فَرَأَى كِسْرَةً مُلْقاةً، فَأَخَذَها فَمَسَحَها، ثُمَّ أَكَلَهَا، وَقَالَ: «يَا عَائِشَةُ، أَكْرِمِي كَرِيمًا، فَإِنَّها مَا نَفَرَتْ عَنْ قَوْمٍ قَطُّ، فَعَادَتْ إِلَيْهِمْ»[

Nabi SAW memasuki rumah dan melihat sepotong roti tergeletak di sana-sini (terbuang), lalu beliau mengambilnya, menyekanya, kemudian memakannya. Setelah itu beliau SAW bersabda, "Wahai Aisyah, muliakanlah sesuatu yang mulia. Tidaklah remukan roti itu pergi dari suatu kaum kecuali ia akan kembali kepada mereka." (HR Ibnu Majah)

Al Qazaz menjelaskan, konteks hadits tersebut adalah situasi kala itu di mana makanan termasuk roti sedang langka sehingga banyak masyarakat yang susah makan dan berada dalam garis kemiskinan.

Hadits itu mengajarkan tentang perlunya memuliakan sesuatu, dan contoh yang ada dalam hadits tersebut adalah roti. 

Sebagaimana telah diketahui, para orang tua selalu mengajarkan kepada anaknya agar menghabiskan makanan dan tidak menyisakannya. Itu merupakan sikap dalam memuliakan makanan dan segala sesuatu yang lain. Dalam riwayat lain, dikatakan sebagai berikut:

عَنْ مَسْرُوقٍ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ، فَدَعَتْ لِي بِطَعامٍ وَقَالَتْ: مَا أَشْبَعُ مِنْ طَعامٍ فَأَشاءُ أَنْ أَبْكِيَ إِلَّا بَكَيْتُ، قَالَ: قُلْتُ لِمَ؟ قَالَتْ: أَذْكُرُ الحَالَ الَّتِي فَارَقَ عَلَيْها رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الدُّنْيَا، وَاللَّهِ مَا شَبِعَ مِنْ خُبْزٍ وَلَحْمٍ مَرَّتَيْنِ فِي يَوْمٍ

Diriwayatkan dari Masruq, dia berkata, "Aku pergi menemui Aisyah, lalu dia memanggilku untuk makan dan berkata, 'Aku tidak kenyang karena makanan, kecuali aku ingin menangis.'" Kemudian Masruq bertanya, "Mengapa?" Aisyah menjawab, "Aku teringat saat-saat yang ditinggalkan Rasulullah SAW. Demi Allah beliau tidak pernah kenyang dari roti dan daging dua kali dalam sehari." (HR Tirmidzi)

Al Qazaz mengungkapkan, Imam At-Tirmidzi dalam penjelasannya memberikan catatan tentang hadits tersebut. Imam Tirmidzi mengatakan, roti adalah makanan bagi tubuh, dan makanan adalah rezeki untuk jiwa. Allah SWT telah menjadikan roti sebagai rezeki yang paling mulia.

Karena itu pulalah, Nabi SAW berpesan untuk memuliakan roti. Karena Allah SWT menurunkannya dari nikmat surga, dan dikeluarkan dari nikmat bumi, maka kemuliaannya adalah tidak boleh diinjak atau dilempar. Jika terbuang maka telah mengingkari dan merampas nikmat yang ada padanya.

"Dan di dalam rezeki yang melimpah terdapat kekuasaan yang besar atas agama, dan mendatangkan nikmat yang besar. Jika lari darinya, maka dia tidak akan kembali lagi. Karena telah berbuat sesuatu yang hina," demikian dijelaskan Imam At-Tirmidzi.

Sumber: alukah

photo
Infografis Minuman yang Paling Disukai Rasulullah - (Republika.co.id)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement