Senin 01 Apr 2024 17:15 WIB

Yahudi dan Nasrani Klaim Penerus Agama Nabi Ibrahim, Siapa Benar? Ini Jawaban Alquran

Alquran menyatakan siapa penerus sebenarnya agama Nabi Ibrahim

Ilustrasi tauhid Allah SWT. Tauhid merupakan ajaran murni Nabi Ibrahim
Foto: republika
Ilustrasi tauhid Allah SWT. Tauhid merupakan ajaran murni Nabi Ibrahim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Setiap agama Samawi mengklaim penerus risalah Nabi Ibrahim alaihissalam, benarkah demikian? Lantas siapa yang paling berhak disebut sebagai pengikut ajaran Nabi Ibrahim?

Ayat 68 surat Ali Imran Allah menegaskan tentang siapa yang berhak mengklaim sebagai pengikut nabi Ibrahim. 

Baca Juga

إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَٰذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آمَنُوا ۗ وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ

“Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran 68)

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan yang berhak mengklaim menjadi pengikut nabi Ibrahim mereka adalah orang-orang yang bertauhid kepada Allah SWT sebagaimana tauhidnya Nabi Ibrahim, mengikuti ajaran nabi Ibrahim yang juga merupakan ajaran Nabi Muhammad SAW,  juga diikuti oleh orang-orang beriman yaitu para sahabat nabi serta orang-orang setelahnya yakni para tabiin, tabiut tabiin, dan para ulama. 

ثم قال تعالى: (إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَٰذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آمَنُوا ۗ وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ ) يقول تعالى: أحق الناس بمتابعة إبراهيم الخليل الذين اتبعوه على دينه ، وهذا النبى - يعني محمدا ﷺ والذين آمنوا من أصحابه المهاجرين والأنصار ومن بعدهم. 

Artinya: “Selanjutnya Allah ta'ala berfirman: Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman. Artinya Allah ta'ala menyampaikan bahwa manusia yang paling berhak sebagai pengikut nabi Ibrahim khalilullah adalah orang-orang yang mengikuti nabi Ibrahim dalam agamanya (yaitu agama tauhid), dan nabi ini, yakni nabi Muhammad SAW dan orang-orang yang beriman, dan para sahabat nabi yaitu dari golongan Muhajirin dan Anshor dan orang-orang setelah mereka yang mengikuti para sahabat.” (Lihat tafsir Qur'an Al Adzim, Jilid 2, halaman 58).

Dalam Tafsir Tahlili Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Kementerian Agama RI dijelaskan bahwa pada ayat 68 surat Ali Imran dijelaskan bahwa orang yang paling berhak menjadi pendukung nabi Ibrahim dan yang paling setia agamanya, bukanlah orang yang hanya mengaku bahwa Nabi Ibrahim memeluk agamanya, tetapi orang yang mengikuti jejak Nabi Ibrahim dan meneruskan dakwahnya. 

Tentu saja orang itu adalah orang yang beragama tauhid dan dengan ikhlas melaksanakan agamanya. Mereka haruslah orang orang yang berserah diri kepada Allah semata, jauh dari sifat-sifat syirik. 

Sifat-sifat serupa ini terdapat pada Nabi Muhammad saw, dan pengikut-pengikutnya. Mereka memeluk agama tauhid, sedikit pun tidak terdapat dalam agamanya ajaran-ajaran pemujaan terhadap pemimpin dan tidak membenarkan adanya perantara dalam hubungan rnanusia dengan Tuhan. 

Mereka itu ikhlas dan beramal semata-mata karena Allah SWT tidak karena syirik dan ria.Kesemuanya itu adalah inti ajaran Islam. Oleh sebab itu apabila ada agama yang tidak memiliki prinsip-prinsip tersebut maka agama itu jauh menyeleweng dan hanya tinggal bekas-bekasnya saja.

Kemudian Allah SWT menjanjikan bahwa Dia akan memberikan bantuan, kekuatan dan taufik kepada orang-orang mukmin karena Allah SWT yang menguasai dan mengendalikan urusan mereka, dan memperbaiki keadaan mereka serta memberikan pahala sesuai dengan banyak sedikitnya mereka mengamalkan ajaran Islam.

photo
3 Situs Jejak Nabi Ibrahim AS - (republika)

 

 

sumber : Dokumentasi Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement