Senin 01 Apr 2024 16:16 WIB

Waktu Hujan Turun Ternyata Momentum Allah Mengabulkan Doa, Begini Penjelasannya

Manfaatkan hujan turun untuk berdoa.

Rep: mgrol151/ Red: Erdy Nasrul
Musim hujan (ilustrasi)
Foto: www.freepik.com
Musim hujan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hujan adalah salah satu anugerah alam yang sering kita saksikan. Di balik kesejukan dan keindahan yang ditawarkannya, hujan juga merupakan momen yang istimewa bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang memiliki keyakinan keagamaan. 

Berdoa saat hujan turun memiliki makna dan pentingnya tersendiri dalam kehidupan spiritual seseorang. Salah satu alasan mengapa harus berdoa ketika turun hujan adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas anugerah hujan yang diberikan. Karena hujan bukan hanya sekadar fenomena alam, melainkan tanda kasih sayang Allah kepada ciptaan-Nya. 

Baca Juga

Selain itu, berdoa ketika turun hujan juga dianggap sebagai momen mustajab jika seseorang meluangkan waktunya untuk memohon ampunan, berdoa kepada Allah tentang segala sesuatu yang ia inginkan. 

Dari Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan, ”Dianjurkan untuk berdoa ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

Carilah doa yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang sholat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun. (Dikeluarkan oleh Imam Syafi’i dalam Al Umm dan Al Baihaqi dalam Al Ma’rifah dari Makhul secara mursal).

Dalam hadis lain dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

Dua doa yang tidak akan ditolak: [1] doa ketika adzan dan [2] doa ketika ketika turunnya hujan. (HR. Al Hakim dan Al-Baihaqi).

Hujan adalah salah satu cara Allah SWT mengingatkan umat Muslim tentang kekuasaan-Nya atas alam semesta. Ketika seseorang menyaksikan hujan turun, kita diingatkan akan kebesaran Allah SWT yang mengatur segala sesuatu dengan sempurna. 

Pengingat seperti itu akan membuat seseorang cenderung untuk berdoa dengan penuh penghormatan dan keyakinan kepada-Nya, sehingga doa kita menjadi lebih mustajab.  Adapun doa yang dipanjatkan adalah:

اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً

Allahumma shoyyiban naafi’aa.

Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat. 

Doa tersebut merupakan doa yang Rasulullah SAW ucapkan ketika melihat turunnya hujan. Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu anha berkata:

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ « اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” (Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat)”. (HR. Bukhari, Ahmad, dan An-Nasai). 

Menurut Ibnu Baththol doa turun hujan yang diucapkan oleh Nabi Muhammad merupakan permohonan kebaikan dan keberkahan agar semakin bertambah dan semakin banyak kemanfaatan. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement