Jumat 22 Mar 2024 16:55 WIB

Apakah Nabi Isa Sudah Meninggal, ataukah Diangkat Hidup-Hidup ke Langit?

Alquran menceritakan bagaimana pengangkatan Nabi Isa ke langit.

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil
Alquran menceritakan bagaimana pengangkatan Nabi Isa ke langit. Foto:   Langit. Ilustrasi
Foto: Sciencealert
Alquran menceritakan bagaimana pengangkatan Nabi Isa ke langit. Foto: Langit. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Umat Islam meyakini bahwa Nabi Isa as belum meninggal dan Allah swt hanya mengangkatnya ke langit pada saat umat Yahudi mengejarnya. Hal ini tentu saja berbeda dengan keyakinan umat kristiani yang menyebut Isa Almasih telah disalib.

Padahal dalam Alquran, kitab suci umat Muslim telah disebutkan bahwa Nabi Isa telah diangkat Allah ke langit, sedangkan yang dibunuh adalah orang yang Allah serupakan mukanya dengan Nabi Isa, yakni Yudas Iskariot. Yudas adalah salah satu dari umat Nabi Isa yang telah berkhianat.

Baca Juga

Mengutip buku Huru-Hara Hari Kiamat oleh Ibnu Katsir, Alquran menceritakan bagaimana pengangkatan Nabi Isa ke langit.

“…Dan karena ucapan mereka, 'Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi (penglihatan) mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (perpunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka. Mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (An-Nisa': 157-158)

 Ibnu Jarir dalam Tafsirnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas, mengenai tafsir firman Allah,

"Dan tidak seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya." (An-Nisa': 159)

Ibnu Abbas mengatakan, bahwa yang dimaksud, sebelum matinya Nabi Isa bin Maryam. Dinisbatkannya tafsiran ini kepada Ibnu Abbas adalah shahih. Demikian pula tafsiran yang disebutkan oleh Al-'Aufi dari Ibnu Abbas.

Abu Malik mengatakan, bahwa firman Allah swt, "Dan tidak seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya." (An-Nisa': 159), itu terlaksananya besok ketika Nabi Isa bin Maryam turun dari langit. Beliau sekarang hidup di sisi Allah. Kelak jika beliau sudah turun, maka semua Ahli Kitab beriman kepada beliau. Demikian, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.

Sedang menurut riwayat Ibnu Abi Hatim dari Abu Malik, bahwasanya ada seseorang bertanya kepada Al-Hasan tentang firman Allah, "Dan tidak seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya." (An-Nisa': 159)

Maka jawab Al-Hasan: "Yang dimaksud sebelum kematian Isa. Yakni, bahwa Allah telah mengangkat Nabi Isa as ke hadirat-Nya, kemudian Dia akan membangkitkannya kembali kelak menjelang Hari Kiamat pada suatu posisi, dimana orang baik maupun orang jahat semuanya beriman kepadanya."

Demikian pula kata Qatadah bin Da'amah, Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dan banyak ulama lainnya. Berita itu diriwayatkan secara otentik dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Abu Hurairah, sebagaimana akan diterangkan lagi nanti secara mauquf, bahkan dalam periwayatan lainnya secara marfu. Dan tentu Allah jualah yang lebih tahu.

Kedua periwayatan di atas maksudnya, bahwa Nabi Isa bin Maryam itu sekarang masih hidup di langit. Jadi, tidak seperti pengakuan Ahli Kitab bahwa mereka telah menyalibnya. Tetapi Allah telah mengangkatnya ke hadirat-Nya, kemudian kelak akan menurunkannya kembali dari langit menjelang Hari Kiamat, sebagaimana telah ditunjukkan oleh hadits-hadits mutawatir mengenai Dajjal, baik yang telah disebutkan di atas maupun berikut nanti Dan kepada Allah-lah kita senantiasa memohon pertolongan-Nya, dan hanya kepada-Nya jua kita bertawakal. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana, Mahatinggi dan Mahaagung. Tiada Tuhan selain Dia, Pemilik 'Arsy yang agung.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement