Senin 04 Mar 2024 14:23 WIB

Daftar Kebohongan Bangsa Yahudi Sejak Zaman Rasulullah SAW (1)

Alquran dan hadits banyak menceritakan tentang karakteristik orang-orang yahudi.

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil
Para penganut Yahudi di Tembok Ratapan (ilustrasi)
Foto: abc.net.au
Para penganut Yahudi di Tembok Ratapan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Alquran dan hadits banyak menceritakan tentang karakteristik orang-orang yahudi yang suka berbohong dan berkhianat. Allah telah menjelaskan sikap orang-orang Yahudi yang sulit untuk dipercaya, sebagaimana sıfat orang-orang munafik yang suka berbohong, berkhainat, dan ingkar janji. 

Selain itu, orang Yahudi juga suka meremehkan orang lain dan membangkang terhadap perintah Allah, apalagi terhadap ajakan kebaikan. Karenanya Allah banyak menjabarkan tentang sifat-sifat bangsa Yahudi di dalam alquran, agar kita selamat dan berhati-hati dengan tipu daya mereka.

Baca Juga

Berikut ini daftar kebohongan-kebohongan bangsa yahudi di zaman Rasulullah saw 

Pertama, mengadu domba antara suku Aus dan suku Khazraj dari karangan Ansor

 

Di antara taktik busuk yang digunakan kaum Yahudi  adalah memerangi Islam dan mengobrak ibrik barisan Muslimin. Caranya adalah dengan memutus tali kasih di antara mereka dengan fitnah. Hal ini dilakukan oleh seorang tokoh yahudi yang sudah tua, Syaas bin Qais.

Kisah ini diceritakan oleh Muhammad bin Ishq, bahwa suatu kali Syas bin Qais melewati beberapa orang shahabat Rasulullah saw dari Aus dan Khazraj yang sedang berkumpul dan berbincang dalam suatu majelis. Melihat hal itu dia berkata kepada seorang pemuda Yahudi, “Pergilah ke sana dan duduklah bersama mereka. Lalu sebutkan kembali peristiwa bu'ats  (kisah peperangan antara Aus dan Khazraj) yang pernah mereka alami. Lantunkan kembali syair-syair yang pernah mereka ucapkan secara berbalas-balasan pada saat itu." 

Pemuda Yahudi itu mengerjakan apa yang diperintahkan Syaas. Akibatnya mereka saling berdebat dan saling membanggakan diri, Aus bin Harits dan Jabbar bin Shaker  bersitegang dan adu mulut. Sampai-sampai keduanya merencanakan peperangan kembali.

Peristiwa itu sampai kepada Rasulullah dan seketika langsung menemui keduanya dan mendamaikan, serta menasihati mereka untuk tidak kembali kepada zaman jahiliyah. Melalui kisah ini terlihat kepemimpinan Nabi saw dalam menggagalkan rencana kaum Yahudi yang bertujuan memecah belah kesatuan kaum Muslimin.

Dua,  menyebarkan desas-desus dan memberikan gangguan kepada orang-orang beriman

Orang Yahudi selalu mencari-cari kesempatan untuk dapat mencela kaum muslimin, dan mencari sesuatu yang dapat memecah belah. Misalnya saja ketika mengejek kiblat kaum muslimin yang juga sama dengan mereka yakni di Baitul Maqdis. Para Rahib  Yahudi itu berujar, “"Hai Muhammad, kenapa engkau pindah dari Kiblatmu semula, padahal engkau mengaku memeluk agama Ibrahim? Kembalilah kepada kiblatmu, niscaya kami mengikutimu dan membenarkanmu.” Tetapi kemudian setelah Allah menurunkan ayat tentang perkataan, mereka serta mengabulkan doa Nabi saw dengan memindahkan arch kiblat ke Masjidil Haram. Namun kaum Yahudi itu mengingkari ucapannya. 

 

Ibnu Hisyam meriwayatkan bahwa ada seorang wanita muslimah yang datang ke pasar Bani Qainuqah (suku Yahudi) sambil mengenakan jilbabnya. Dia duduk di dekat seorang pengrajin perhiasan. Tiba-tiba beberapa orang dari mereka bermaksud menyingkap kain yang menutupi wajahnya. Tentu saja wanita muslimah itu berontak. Diam-diam tanpa diketahui wanita muslimah itu, pengrajin perhiasan tersebut mengikat ujung bajunya, sehingga tatkala bangkit auratnya tersingkap. Merekapun tertawa dibuatnya. Secara spontan wanita muslimah itu berteriak. Seorang laki-laki muslim yang ada di dekatnya melompat ke arah pengrajin perhiasan dan membunuhnya. Orang-orang Yahudi lainnya mengikat laki-laki muslim itu lalu membunuhnya. Dengan alasan itu, Rasulullah kemudian memerangi mereka.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement