Jumat 23 Feb 2024 20:44 WIB

Kronologi Penciptaan Alam Semesta Menurut Alquran 

Alam diciptakan Allah SWT tidak secara bersamaan.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Alquran  (ilustrasi).
Foto: Dok Republika
Alquran (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Alam diciptakan Allah SWT tidak secara bersamaan. Dalam penciptaan, terjadi proses yang menunjukkan bahwa ada yang lebih dahulu diciptakan dan ada yang belakangan diciptakan. Semua itu menunjukkan adanya kronologi dari penciptaan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

Baca Juga

ءَاَنْتُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمِ السَّمَاۤءُ ۚ بَنٰىهَاۗ

رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰىهَاۙ

 

وَاَغْطَشَ لَيْلَهَا وَاَخْرَجَ ضُحٰىهَاۖ

وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَاۗ

اَخْرَجَ مِنْهَا مَاۤءَهَا وَمَرْعٰىهَاۖ

وَالْجِبَالَ اَرْسٰىهَاۙ

مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ

Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya? Dia telah meninggikan bangunannya, lalu menyempurnakannya. Dia menjadikan malamnya (gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang). Setelah itu, bumi Dia hamparkan (untuk dihuni). Darinya (bumi) Dia mengeluarkan air dan (menyediakan) tempat penggembalaan. Gunung-gunung Dia pancangkan dengan kukuh. (Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan ternakmu (QS An-Nazi‘at ayat 27-33).

Di awal rangkaian ayat-ayat ini, Allah SWT menghimbau manusia, khususnya mereka yang mengingkari kekuasaan-Nya, untuk menggunakan akalnya dalam rangka membandingkan antara penciptaan diri mereka yang kecil dan lemah dibanding dengan penciptaan alam semesta yang demikian luas dan kokoh. Hal ini dengan jelas menunjukkan betapa besar kekuasaan Allah Pencipta Alam Semesta dan isinya.

Kronologi penciptaan alam semesta ini diawali dengan diwujudkannya langit dalam dua masa dan bumi dalam dua masa juga. Selanjutnya, Allah SWT meninggikan bangunan atau langit yang telah diciptakan dan melengkapinya dengan beragam benda-benda angkasa, seperti planet-planet, bintang-bintang, dan lain-lainnya. 

Kemudian Allah menetapkan ketentuan-ketentuan yang mengatur benda-benda angkasa itu. Sehingga tetap di tempatnya dan tidak berjatuhan, walau semuanya selalu bergerak pada poros dan garis edarnya.

Sesudah penciptaan benda-benda langit, termasuk matahari, Allah menciptakan malam yang gelap gulita, siang yang terang benderang, pergantian keduanya secara berkelanjutan, pergantian musim, dan lainnya sebagai akibat dari peredaran benda-benda angkasa itu. Mengatur dan memelihara peredaran planet-planet ini merupakan pekerjaan yang sangat luar biasa. Allah yang telah menetapkan dan mengatur ini semua. Sungguh luar biasa, Maha Pemelihara, Maha Perkasa, Maha Mengatur segala hal yang ada di alam raya. 

Kemudian Allah menghamparkan bumi agar terasa nyaman sebagai tempat tinggal segala makhluk yang telah diciptakan.

Ayat di bawah ini menunjukkan kronologi penciptaan alam semesta. Pada awalnya Allah menciptakan bumi dalam keadaan yang sangat kasar, kemudian Dia menciptakan langit yang disempurnakan menjadi tujuh. Setelah itu, Allah melengkapi bumi dengan segala unsur yang diperlukan bagi kehidupan. 

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

۞ قُلْ اَىِٕنَّكُمْ لَتَكْفُرُوْنَ بِالَّذِيْ خَلَقَ الْاَرْضَ فِيْ يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُوْنَ لَهٗٓ اَنْدَادًا ۗذٰلِكَ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ ۚ 

وَجَعَلَ فِيْهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبٰرَكَ فِيْهَا وَقَدَّرَ فِيْهَآ اَقْوَاتَهَا فِيْٓ اَرْبَعَةِ اَيَّامٍۗ سَوَاۤءً لِّلسَّاۤىِٕلِيْنَ

Katakanlah, “Pantaskah kamu mengingkari Tuhan yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan pula sekutu-sekutu bagi-Nya? Itulah Tuhan semesta alam.” Dia ciptakan pada (bumi) itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya, lalu Dia memberkahi dan menentukan makanan-makanan (bagi penghuni)-nya dalam empat masa yang cukup untuk (kebutuhan) mereka yang memerlukannya. (QS Fussilat Ayat 9 dan 10)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

ثُمَّ اسْتَوٰىٓ اِلَى السَّمَاۤءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْاَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا اَوْ كَرْهًاۗ قَالَتَآ اَتَيْنَا طَاۤىِٕعِيْنَ

فَقَضٰىهُنَّ سَبْعَ سَمٰوَاتٍ فِيْ يَوْمَيْنِ وَاَوْحٰى فِيْ كُلِّ سَمَاۤءٍ اَمْرَهَا ۗوَزَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَۖ وَحِفْظًا ۗذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ

Dia kemudian menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap. Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, “Tunduklah kepada-Ku dengan patuh atau terpaksa.” Keduanya menjawab, “Kami tunduk dengan patuh.” Lalu, Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang paling dekat (dengan bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang sebagai penjagaan (dari setan). Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS Fussilat Ayat 11 dan 12)

Pada ayat-ayat ini diterangkan bagaimana penciptaan alam semesta berproses. Dalam penjelasannya, tampak ada perbedaan dalam urutan penciptaan ayat lain. Yaitu pada awalnya yang diciptakan adalah bumi dalam dua masa. Kemudian diciptakan sesudahnya kelengkapan bumi dalam dua masa juga. Bumi memang perlu disempurnakan dengan gunung-gunung untuk mengokohkan keberadaan bumi, juga tanaman, air, dan lainnya, yang semua itu digunakan sebagai makanan dan minuman bagi makhluk yang hidup di atasnya. Penyempurnaan ini, penciptaan bumi dan isinya, memerlukan waktu selama empat masa.

Setelah selesai dengan penciptaan bumi dan isinya, Allah SWT menciptakan langit yang kemudian disempurnakan menjadi tujuh langit. Masing-masing langit telah ditetapkan keadaan dan fungsinya. Selain itu, Allah juga tidak berhenti dengan penciptaan ini saja, tetapi juga menghiasi langit dengan benda-benda angkasa, seperti bintang, planet, galaksi, meteor, dan lain sebagainya.

Proses penciptaan tujuh langit dan apa yang ada di antaranya memerlukan waktu selama dua masa. Dengan demikian, penciptaan seluruh alam raya ini sesuai dengan ungkapan awal, yaitu dalam enam masa. Dilansir dari buku Penciptaan Manusia dalam Perspektif Alquran dan Sains yang disusun atas kerja sama Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), 2010.

Pada ayat di bawah ini ditegaskan bahwa awal penciptaan adalah bumi, walaupun dalam sejumlah redaksi ayat dikemukakan bahwa yang diciptakan lebih dahulu adalah langit (lihat penjelasan tentang penciptaan langit dan bumi dalam enam masa). Namun demikian, ada pula redaksi ayat yang menyatakan bahwa awal penciptaan itu adalah bumi. Ayat yang menegaskan demikian antara lain terdapat pada Surat Taha Ayat 4.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

تَنْزِيْلًا مِّمَّنْ خَلَقَ الْاَرْضَ وَالسَّمٰوٰتِ الْعُلٰى ۗ

(Alquran) diturunkan dari (Allah) yang telah menciptakan bumi dan langit yang tinggi. (QS Ṭaha Ayat 4)

Mengenai perbedaan tentang awal penciptaan ini, ada sebagian mufasir yang mengkompromikan kedua informasi Alquran ini. Menurut mereka, dalam perencanaan, Allah lebih dahulu mendesain bumi dan segala isinya. Hal itu karena bumi merupakan planet utama yang akan menjadi tempat tinggal sebagian makhluk-Nya. 

Akan tetapi, dalam pelaksanaan penciptaan, Allah lebih dahulu menciptakan langit (seperti yang banyak ditemukan dalam ayat-ayat Alquran) dengan segala isinya, baru kemudian diciptakan bumi dengan segala kelengkapannya.

Terlepas dari data di atas, persoalan utama yang layak mendapat perhatian adalah bahwa penciptaan alam raya atau aam semesta ini terus berkelanjutan dengan kronologi yang telah diuraikan. Proses penciptaan dengan urut-urutan seperti ini memang perlu dikemukakan, karena hal itu juga menyangkut rasionalitas dalam analisis keberadaan masing-masing benda atau fenomena yang ada. 

Seperti adanya malam dan siang, baru dapat dimengerti bila pada saat itu telah ada matahari yang menjadi sebab terjadinya kegelapan dan terangnya alam dan bumi. Karena itu, pergantian malam dan siang selalu diletakkan setelah penciptaan langit dan bumi. Hal ini dapat dilihat pada ayat di bawah ini.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (QS Ali ‘Imran Ayat 190)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement