Kamis 22 Feb 2024 15:20 WIB

Disebut 14 kali dalam Alquran, Apa Tugas Angin Sesungguhnya?

Angin disebut 14 kali dalam Alquran.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil
Waterspout (Ilustrasi). Fenomena angin langkisau atau puting beliung yang berada di atas permukaan air (waterspout) terjadi di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri pada Rabu (20/1) sore.
Foto: EPA
Waterspout (Ilustrasi). Fenomena angin langkisau atau puting beliung yang berada di atas permukaan air (waterspout) terjadi di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri pada Rabu (20/1) sore.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Angin disebut 14 kali dalam Alquran, pada 14 Surat yang berbeda-beda. Angin dalam bahasa Arab disebut dengan Al Rih atau Al Riyah. Salah satu Surat yang menyebut angin adalah Surat Ar Rum ayat 48, sebagai berikut:

Allah SWT berfirman:

Baca Juga

اَللّٰهُ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ فَتُثِيْرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهٗ فِى السَّمَاۤءِ كَيْفَ يَشَاۤءُ وَيَجْعَلُهٗ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلٰلِهٖۚ فَاِذَآ اَصَابَ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖٓ اِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَۚ

"Allah-lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira." (QS. Ar Rum ayat 48)

 

Dijelaskan dalam "Sains dalam Al-Qur'an: Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah" karya Dr Nadiah Thayyarah, bahwa angin adalah perpindahan udara dari tempat bertekanan udara tinggi ke tempat bertekanan udara rendah. Angin memiliki ragam dan jenis yang berbeda-beda sesuai perbedaan arah, kecepatan, kekuatan, dan tujuannya.

"Angin punya peran yang besar dalam mengadakan awan dan mendung. Membantu proses awal pembentukan awan, mengakumulasikannya, menaikkannya ke lapisan atas atmosfer, mengawinkannya dengan partikel-partikel yang berbeda-beda, dan menjadikannya sebagai ion-ion listrik," terangnya.

Atas ayat 48 Surat Ar Rum itu, Nadiah memaparkan, ada angin yang dikirim sebagai rahmat dan kabar gembira akan datangnya hujan, dengan tujuan untuk membangkitkan kehidupan di muka bumi dan menumbuhkan kebaikan. Namun ada pula angin yang dikirim sebagai musibah untuk menghancurkan kaum-kaum yang zalim.

Dari aspek sains, Nadiah mengungkapkan sejumlah penelitian ilmian modern ihwal peran besar angin. Namun dia juga menyampaikan, sejatinya tugas angin dalam kehidupan sudah disebutkan dalam ayat-ayat Alquran 14 abad yang lalu, sebelum ilmu geologi dan meterologi menyingkapnya.

Hasil penelitian modern menyatakan ada beberapa jenis angin berdasarkan tugasnya. Pertama, angin yang tugasnya hanya sebatas merangsang permukaan air untuk menciptakan titik-titik air di atas gelombang air.

Kedua, angin yang tugasnya membawa dan mengangkat awan dan uap air ke lapisan atas atmosfer. Ketiga, angin yang bertugas menuntun dan menjalankan awan, lalu mengakumulasikannya. Keempat, angin yang bertugas mengurai awan mendung menjadi hujan dan membaginya ke tempat-tempat di bumi. Empat tugas tersebut menunjukkan jenis angin, tugas-tugasnya membentuk awan, dan tahapan-tahapan pembentukannya.

Tahapan pembentukannya dimulai dari merangsang permukaan air, membawa awan, mengangkatnya ke lapisan atas atmosfer, menjalankannya dengan lembut, hingga mengatur distribusinya kepada siapa saja yang dikehendaki Allah dalam bentuk hujan.

Bahkan dalam Surat Az Zariyat, Allah SWT membagi jenis angin sebagaimana yang dikenal dalam keilmuan modern. Allah SWT berfirman:

وَالذّٰرِيٰتِ ذَرْوًاۙ فَالْحٰمِلٰتِ وِقْرًاۙ فَالْجٰرِيٰتِ يُسْرًاۙ فَالْمُقَسِّمٰتِ اَمْرًاۙ

"Demi (angin) yang menerbangkan debu, dan awan yang mengandung (hujan), dan (kapal-kapal) yang berlayar dengan mudah, dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan." (QS. Az Zariyat ayat 1-4)

Dalam ayat tersebut, dengan jelas bahwa Allah bersumpah atas angin yang menerbangkan debu dan merangsang pembentukan titik-titik air. Lalu angin yang membawa awan dan uap air menuju ke lapisan atas atmosfer.

"Lalu angin yang menjalankan awan dan mendung dengan penuh kelembutan, dan angin yang membagi-bagikan kuantitas awan dan membaginya ke tempat yang dikehendaki Allah mendapat hujan dan rahmat atau yang dikehendaki-Nya mendapat bencana dan kemusnahan," jelas Nadiah.

Hal tersebut menunjukkan keselarasan antara hasil penelitian ilmiah modern dan ayat suci Alquran. Keilmuan modern juga telah menegaskan peran penting angin dalam mengawinkan serbuk jantan dengan serbuk betina pada tumbuh-tumbuhan. Dalam hal ini ada peran angin.

Pertama menghasilkan kilat atau petir dengan kecepatan 300 ribu kilometer/detik, dan guntur dengan kecepatan 333 meter/detik (terlambat 5 detik/mil). Kedua ialah menghasilkan buah-buahan dan menyuburkan tanaman melalui proses penyerbukan.

Peran angin tersebut pun telah disebutkan dalam Alquran. Dalam Surat Al Hijr ayat 22, Allah SWT berfirman:

وَاَرْسَلْنَا الرِّيٰحَ لَوَاقِحَ فَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَسْقَيْنٰكُمُوْهُۚ وَمَآ اَنْتُمْ لَهٗ بِخٰزِنِيْنَ

"Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan (air) itu, dan bukanlah kamu yang menyimpannya." (QS. Al Hijr ayat 22)

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement