Selasa 20 Feb 2024 17:37 WIB

Syekh Nawawi Ungkap Enam Hal Penting yang Dirahasiakan Allah

Allah merahasiakan juga menyembunyikan nama-Nya yang agung.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Konsep Museum Literasi Syekh Nawawi Al-Bantani
Foto: Setwapres RI
Konsep Museum Literasi Syekh Nawawi Al-Bantani

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni dalam kitab Nashaihul Ibad meriwayatkan perkataan Sayiddina Umar bin Khattab Radhiallahu anhu mengenai enam hal penting yang dirahasiakan Allah SWT.

Umar bin Khattab berkata, "Sesungguhnya Allah merahasiakan enam perkara di dalam enam perkara lainnya. Yaitu Allah merahasiakan ridha-Nya dalam perbuatan taat. Allah merahasiakan murka-Nya dalam perbuatan maksiat. Allah merahasiakan Lailatul Qadar dalam bulan Ramadhan. Allah merahasiakan wali-wali-Nya di tengah-tengah manusia. Allah menyisipkan kematian di sepanjang umur. Allah merahasiakan sholat Wustha di dalam sholat lima waktu." (Nashaihul Ibad, Syekh Nawawi al-Banteni)

Baca Juga

Allah merahasiakan keridhaan-Nya di dalam ketaatan para hamba kepada-Nya. Maksudnya agar manusia (hamba Allah) bersungguh-sungguh dalam berbuat ketaatan dengan harapan dapat menemukannya. Kita tidak boleh menghina ketaatan, meskipun sangat kecil karena bisa jadi keridhaan Allah terdapat di dalamnya.

Allah merahasiakan kemurkaan-Nya di dalam kemaksiatan, maksudnya agar manusia menjauhi perbuatan maksiat. Kita tidak boleh meremehkan perbuatan maksiat walaupun sangat kecil. Karena di dalam maksiat terdapat kemurkaan Allah.

 

Allah merahasiakan Lallanıl Qadar pada bulan Ramadhan, maksudnya agar manusia bersungguh-sungguh menghidupkan bulan Ramadhan dengan cara memperbanyak ibadah, karena pahala sunnah pada bulan Ramadhan bagaikan pahala fardhu pada bulan yang lainnya. Hal itu sebagaimana yang diterangkan dalam sebuah hadits, bahwa ibadah sunnah yang dikerjakan bertepatan dengan malam Lailatul Qadar, nilainya sama dengan ibadah fardhu.

Para kekasih Allah (wali/ waliyullah) disembunyikan di tengah-tengah para manusia, maksudnya agar manusia tidak menghina seorangpun dari para kekasih Allah (yakni para ulama). Sebaiknya memohon doa dengan harapan dapat bertemu dengan waliyullah. Oleh sebab itu, seseorang jangan sampai menghina orang lain, karena siapa tahu dia adalah waliyullah.

Allah merahasiakan ajal kematian di sepanjang usia, maka hendaklah di setiap denyut jantung selalu digunakan untuk mengumpulkan bekal di hari kematian nanti dengan cara memperbanyak ibadah, karena siapa tahu kematian datang tiba-tiba.

Sholat wustha, yakni sholat yang paling istimewa dan paling utama. Dirahasiakan oleh Allah dalam sholat fardhu lima waktu, maksudnya agar manusia mencarinya dalam setiap sholat.

Allah merahasiakan juga menyembunyikan nama-Nya yang agung. Agar manusia bersungguh-sungguh dalam menyebut nama Allah sehingga dapat dikabulkan. Allah juga merahasiakan waktu yang mustajabah (terkabulnya setiap doa) pada hari Jumat dan Allah merahasiakan ayat Sab'ul Matsani, agar manusia bersungguh-sungguh dalam membaca Alquran.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement