Jumat 16 Feb 2024 18:17 WIB

Cara Khalifah Umar Bin Abdul Aziz Memandang Fungsi Pemerintahan 

Umar bin Abdul Aziz taat terhadap Alquran dan sunnah.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Kisah Umar bin Abdul Aziz Takut Peluang Korupsi (ilustrasi)
Foto: wikipedia
Kisah Umar bin Abdul Aziz Takut Peluang Korupsi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Salah satu ciri yang paling menonjol dari kehidupan politik Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah kepatuhannya terhadap Alquran dan Sunnah. Sehingga Khalifah Umar bin Abdul Aziz memulai pemerintahannya dengan menyebarkan pengetahuan di kalangan rakyatnya agar mereka mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang agama Islam dan Sunnah.

Hal ini dipicu oleh pengakuan Khalifah Umar bin Abdul Aziz akan pentingnya pemerintahan atau kekhalifahan yang berarti memelihara serta menjaga agama Islam dan politik dunia sesuai dengan agama Islam.

Baca Juga

Dari sudut pandang ini, Khalifah Umar bin Abdul Aziz menganggapnya sebagai prioritas dan kewajiban untuk mendidik rakyatnya tentang prinsip-prinsip agama Islam. Sehingga rakyatnya akan bertindak sesuai dengan ajaran agama Islam.

Khalifah Umar bin Abdul Aziz dikisahkan dalam salah satu khotbahnya mengatakan, "Iman meliputi fara’id, syara, hudud, dan sunnah. Siapapun yang mengamalkan semua itu secara sempurna, maka imannya sempurna, dan siapa yang tidak mengamalkannya secara utuh, maka tidak lengkap keimanannya. Selama aku masih hidup, aku akan terus menceritakan kepadamu tentang hal-hal itu sampai kamu mempelajarinya. Jika aku mati, maka aku tidak akan melakukannya. 

 

Khalifah Umar bin Abdul Aziz juga berkata, "Semoga Allah menjadikan musnahnya setiap bid'ah dengan tanganku, dan setiap sunnah hidup dengan tanganku. Sehingga tubuhku dapat mewujudkannya sampai aku mati. Itu mudah bagi Allah."

Dalam riwayat lain, Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata, “Demi Allah. Kalau bukan karena aku menghidupkan sunnah atau mencari kebenaran, niscaya aku tidak ingin hidup lebih lama lagi."

Karena alasan inilah Khalifah Umar bin Abdul Aziz berinisiatif untuk melakukan hal tersebut memikul tanggung jawab yang berat ini sebagai khalifah. Dilansir dari buku The Rightly-Guided Caliph and Great Reviver: Umar bin Abdul Aziz yang ditulis Ali Muhammad Muhammad As-Sallabi diterbitkan Darussalam.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement