Sabtu 10 Feb 2024 23:27 WIB

Wajib Hormati Orang Tua, Tapi Ajakan Satu Ini Boleh Ditolak

Menghormati orang tua merupakan sebuah keharusan.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Muhammad Hafil
Pasien stroke lanjut usia (lansia) duduk di atas kursi roda (ilustrasi).
Foto: Freepik
Pasien stroke lanjut usia (lansia) duduk di atas kursi roda (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menghormati orang tua merupakan sebuah keharusan karena perintah Allah Swt. Sebab dengan adanya ayah dan ibu itulah asal usul dari adanya manusia. Perintah Allah agar menghormati Allah di antaranya terdapat dalam Surah al-Ankabut ayat 8:

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا ۗوَاِنْ جَاهَدٰكَ لِتُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۗاِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Baca Juga

Wa waṣṣainal-insāna biwālidaihi ḥusnā(n), wa in jāhadāka litusyrika bī mā laisa laka bihī ‘ilmun falā tuṭi‘humā, ilayya marji‘ukum fa'unabbi'ukum bimā kuntum ta‘malūn(a).

Artinya: "Kami telah mewasiatkan (kepada) manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku kamu kembali, lalu Aku beri tahukan kepadamu apa yang selama ini kamu kerjakan."

 

Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar Jilid enam menjelaskan melalui perantara orang tua Allah menghadirkan tiap-tiap manusia ke bumi. Seorang ayah bertugas mencari perlengkapan hidup. Sedangkan ibu mengasuh dan menjaga rumah.

Namun, kata Hamka, ada beberapa hal yang dibolehkan ditolak oleh seorang anak apabila orang tua mengajak menyekutukan Allah. Sekeras apapun orang tua menyuruh tidak menyembah Allah seorang anak harus tetap menolaknya. Kendati demikian harus tetap memberikan rasa hormat kepada kedua orang tuanya.

Menurut Hamka, jika hak orang tua dan hak Allah bertemu maka wajib mendahulukan hak Allah. Seperti bagaimana Allah berhak disembah. Hamka menambahkan di hadapan Allah orang-orang musyrik akan mendapatkan balasannya di akhirat.

Hamka menjelaskan mengenai turunnya Surah al-Ankabut ayat 8 dan 9. Menurut sebuah hadis yang diriwayatkan at-Tirmidzi sebab turunnya dua ayat tersebut setelah kejadian sahabat Nabi Sa'ad bin Abu Waqaash dengan ibunya Hamnah binti Abu Sufyan.

Sa'ad seorang anak yang sangat berbakti dan cinta kepada ibunya. Tetapi ketika Sa'ad memeluk Islam, ibunya sangat marah dan memintanya agar kembali ke kepercayaan lamanya. Namun Sa'ad menolaknya meskipun ibunya mengancam tidak akan makan sampai anaknya kembali memeluk Islam.

Dengan penuh hormat, Sa'ad menolak ajakan tersebut. Dan Hamnah putus asa meskipun mengancam tak akan makan minum. Hingga akhirnya Hamnah memilih makan daripada mati kelaparan. Maka turunlab ayat tersebut.

Ayat tersebut menggambarkan bahwa menghormati kedua orang tua tetap wajib dilakukan oleh seorang anak. Namun dia juga wajib menolak ajakan orang tua jika harus berkaitan dengan keimanan kepada Allah. Rahmat Fajar

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement