Sabtu 10 Feb 2024 05:45 WIB

5 Faktor Penyebab Orang Bisa Sesat Menurut Alquran dan Hadits

Kesesatan seseorang bisa disebabkan beberapa faktor

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah
Berdoa dihindarkan dari kesesatan. Kesesatan seseorang bisa disebabkan beberapa faktor.
Foto: EPA-EFE/FAROOQ KHAN
Berdoa dihindarkan dari kesesatan. Kesesatan seseorang bisa disebabkan beberapa faktor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Seseorang bisa saja terjerumus dalam kesesatan. Maka agar terhindar darinya, diperlukan pemahaman tentang apa saja hal-hal yang dapat menjerumuskan diri ke dalam kesesatan.

Berbagai faktor yang menyesatkan seseorang tidak lepas dari kenyataan yang ada di dalam diri manusia atau karena sifat kehidupannya saat ini, serta perubahan-perubahannya dan pengaruh-pengaruh yang menyertainya. Berikut faktor-faktor yang menyebabkan seseorang jatuh dalam kesesatan.

Baca Juga

1. Ingkar (Juhdi)

Salah satu faktor kesesatan sebagaimana disebutkan dalam Alquran dan hadits ialah ingkar (juhdi). Sudah diberi pengetahuan melalui penglihatan, pendengaran dan hati, tetapi tetap ingkar pada ayat-ayat Allah SWT. Dia berfirman:

 

وَلَقَدْ مَكَّنّٰهُمْ فِيْمَآ اِنْ مَّكَّنّٰكُمْ فِيْهِ وَجَعَلْنَا لَهُمْ سَمْعًا وَّاَبْصَارًا وَّاَفْـِٕدَةًۖ فَمَآ اَغْنٰى عَنْهُمْ سَمْعُهُمْ وَلَآ اَبْصَارُهُمْ وَلَآ اَفْـِٕدَتُهُمْ مِّنْ شَيْءٍ اِذْ كَانُوْا يَجْحَدُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَحَاقَ بِهِمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ ࣖ

"Dan sungguh, Kami telah meneguhkan kedudukan mereka (dengan kemakmuran dan kekuatan) yang belum pernah Kami berikan kepada kamu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka, karena mereka (selalu) mengingkari ayat-ayat Allah dan (ancaman) azab yang dahulu mereka perolok-olokkan telah mengepung mereka." (QS Al Ahqaf ayat 26)

Allah SWT berfirman:

وَكَذٰلِكَ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَۗ فَالَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يُؤْمِنُوْنَ بِهٖۚ وَمِنْ هٰٓؤُلَاۤءِ مَنْ يُّؤْمِنُ بِهٖۗ وَمَا يَجْحَدُ بِاٰيٰتِنَآ اِلَّا الْكٰفِرُوْنَ

"Dan demikianlah Kami turunkan Kitab (Alquran) kepadamu. Adapun orang-orang yang telah Kami berikan Kitab (Taurat dan Injil) mereka beriman kepadanya (Alquran), dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman kepadanya. Dan hanya orang-orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Kami." (QS Al Ankabut ayat 47)

Nasib orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah SWT di dunia adalah berada dalam kesesatan. Sedangkan nasib mereka di akhirat adalah penyesalan. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:

الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا دِيْنَهُمْ لَهْوًا وَّلَعِبًا وَّغَرَّتْهُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۚ فَالْيَوْمَ نَنْسٰىهُمْ كَمَا نَسُوْاا لِقَاۤءَ يَوْمِهِمْ هٰذَاۙ وَمَا كَانُوْا بِاٰيٰتِنَا يَجْحَدُوْنَ

"(Yaitu) orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Maka pada hari ini (Kiamat), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan pertemuan hari ini, dan karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami." (QS Al A'raf ayat 51)

Baca juga: 5 Kunci Agar Rezeki yang Diperoleh Berkah di Dunia Menurut Alquran dan Hadits

2. Kerasnya hati

Hati yang keras adalah keadaan jiwa yang menyebabkan seseorang menolak menaati kebenaran karena kesombongan. Allah SWT berfirman:

كَلَّاۗ اِنَّهٗ كَانَ لِاٰيٰتِنَا عَنِيْدًاۗ

"Tidak bisa! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Alquran)." (QS Al Muddassir ayat 16)

Kerasnya hati mereka bahkah begitu parah hingga menimbulkan kekeliruan yang besar. Ini digambarkan pada Alquran, melalui Surat Al Hijr ayat 14-15, sebagai berikut:

"وَلَوْ فَتَحْنَا عَلَيْهِم بَابًا مِّنَ السَّمَاء فَظَلُّواْ فِيهِ يَعْرُجُون * لَقَالُواْ إِنَّمَا سُكِّرَتْ أَبْصَارُنَا بَلْ نَحْنُ قَوْمٌ مَّسْحُورُونَ" (الحجر: 14 ـ 15).

"Dan kalau Kami bukakan kepada mereka salah satu pintu langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata, “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir." (QS Al Hijr ayat 14-15)

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement