Selasa 06 Feb 2024 18:57 WIB

Tafsir Surat Fatir Ayat 2: Kunci Rezeki di Tangan Allah

Rezeki itu kuasa Allah.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi berdagang sebagai wasilah mendapatkan rezeki.
Foto: Republika/Prayogi
Ilustrasi berdagang sebagai wasilah mendapatkan rezeki.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sesungguhnya kunci-kunci segala sesuatu ada di tangan Allah. Jika Allah bukakan bagi manusia berupa rezeki, hidayah dan kebahagiaan, maka tidak ada seorang pun yang bisa menahannya. Artinya, kunci rahmat berupa rezeki itu ada di tangan Allah. 

Sebagaimana dijelaskan dalam Alquran surat Fatir ayat 2, Allah SWT berfirman:

Baca Juga

مَا يَفْتَحِ اللّٰهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۚوَمَا يُمْسِكْۙ فَلَا مُرْسِلَ لَهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Artinya: "Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, tidak ada yang dapat menahannya. (Demikian pula) apa saja yang ditahan-Nya, tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

 

Berdasarkan Tafsir Al-Muyassar Kementerian Agama Arab Saudi dijelaskan bahwa apa yang Allah anugerahkan untuk manusia berupa rezeki, hujan, kesehatan, ilmu dan nikmat-nikmat lainnya, tidak seorang pun yang kuasa untuk menahan rahmat tersebut, sedangkan apa yang Allah tahan darinya, maka tidak seorang pun mampu melepaskannya sesudahNya. 

Dalam Tafsir Al-Wajiz, Syekh Prof Wahbah az-Zuhaili juga menjelaskan bahwa tidak ada seorangpun yang mampu mencegah nikmat yang dibukakan dan diberikan Allah kepada manusia seperti kesehatan, keamanan, rejeki, pengetahuan, kenabian dan kebijaksanaan.  

Dan sesuatu berupa kebaikan yang dicegah Allah dari mereka, maka tidak ada seorangpun yang bisa mencegah terjadinya setelah itu kecuali Allah. Dia adalah Dzat yang Maha Kuat lagi Maha perkaya yang tidak dapat ditaklukkan dan Maha Bijaksana dalam tindakan dan pengaturannya sehingga tidak mungkin salah.

 

Lihat halaman berikutnya >>>

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement