Selasa 23 Jan 2024 17:36 WIB

10 Sebab yang Membatalkan Tauhid Seseorang

Setiap muslim harus mengetahui perkara yang membatalkan kalimat tauhid.

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil
 Setiap muslim harus mengetahui perkara yang membatalkan kalimat tauhid. Foto:  Kaligrafi bertuliskan Allah SWT (ilustrasi)
Foto: republika
Setiap muslim harus mengetahui perkara yang membatalkan kalimat tauhid. Foto: Kaligrafi bertuliskan Allah SWT (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Hudzaifah bin Al Yaman, sesungguhnya beliau berkata, “Adapun para sahabat bertanya pada Rasulullah saw tentang kebaikan dan aku menanyainya tentang keburukan, karena khawatir menimpaku.” Oleh sebab itu pula dikatakan; “Aku mengetahui keburukan bukan untuk berbuat buruk, akan terapi agar bisa menghindarinya dan siapa tidak mengenal keburukan di antara manusia, niscaya dia akan terjerumus padanya.”

Maka wajib bagi setiap Muslim mengetahui perkara-perkara yang membatalkan kalimat tauhid "Laa ilaaha illallah" agar dia selalu waspada. Berikut ini pembatal kalimat tauhid dikutip dari buku Fiqih Do'a dan Dzikir Jilid 1 oleh Syaikh Abdurraza:

Baca Juga

Pertama, syirik dalam beribadah kepada Allah swt.

“Sungguh Allah tidak mengampuni dipersekutukan dengan-Nya dan mengampuni selain itu, bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS An Nisa ayat 48).

 

Dua, orang yang menjadikan antara dirinya dengan Allah swt perantara-perantara yang mereka meminta syafaat kepadanya, bertawakal kepadanya, maka sungguh dia telah kafir menurut ijma. 

Allah berfirman:

"Mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan mudharat kepada mereka dan tidak (pula) manfaat, dan mereka berkata, 'Mereka itu adalah pemberi syafaat untuk kami di sisi Allah.' Katakanlah, 'Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya, baik di langit dan tidak (pula) di bumi. Mahasuci Allah dan Mahatinggi daripada yang mereka persekutukan.'" (QS Yunus: 18)

Ketiga, siapa yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, atau ragu tentang kekafiran mereka, atau membenarkan madzhab mereka, maka dia telah kafir.

Keempat, orang berkeyakinan bahwa petunjuk selain Nabi saw lebih sempura daripada petunjuk beliau saw, atau bahwa hukum selainnya lebih bagus daripada hukum beliau saw, maka orang ini telah kafir. Seperti orang lebih mengutamakan hukum thaghut daripala hukum Allah swt.

Kelima, orang membenci sesuatu yang dibawa oleh Rasulullah, meskipun dia mengamalkannya, maka orang ini telah kafir, berdasarkan firman Allah:

"Yang demikian itu karena mereka tidak menyukai apa yang diturunkan Allah, maka gugurlah amal-amal mereka." (QS Muhammad: 9) 

Keenam, orang yang memperolok-olok sesuatu dari agama Rasulullah atau pahalanya, atau siksaannya, maka dia telah kafir. firman Allah:

"Katakanlah, apakah terhadap Allah dan ayat-ayatNya serta Rasul-Nya kamu memperolok-olok? Janganlah kamu mengajukan alasan, sungguh kamu telah kafir sesudah keimanan kamu." (QS At-Taubah: 65-66)

Ketujuh, sihir. Termasuk di dalamnya mantra-mantra dan jimat-jimat. Barang siapa mengerjakannya atau ridha dengannya niscaya dia telah kafir. Dalil bagi hal itu adalah firman Allah: 

"Tidaklah keduanya mengajarkan seseorang hingga mengatakan, 'Hanya saja kami adalah ujian maka janganlah engkau kafir.'' (Al-Baqarah: 102)

Kedelapan, mendukung orang-orang musyrik dan membantu mereka untuk melawan kaum Muslimin. Dalil bagi hal itu adalah firman Allah.

"Barang siapa di antara kamu menjadikan mereka sebagai wali, maka sungguh dia termasuk golongan mereka, sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kaum yang zhalim." (QS Al-Maidah: 51)

Kesembilan, barang siapa yang berkeyakinan bahwa sebagian manusia diberi kelonggaran untuk keluar dari syariat Muhammad saw, maka dia telah kafir, berdasarkan firman Allah 

"Barang siapa mencari agama selain Islam maka sekali-kali tidak diterima darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (QS Ali-Imran: 85)

Kesepuluh, berpaling dari agama Allah SWT, dia tidak mempelajarinya dan tidak pula mengamalkannya. Dalil bagi hal itu adalah firman Allah

"Siapakah lebih zhalim daripada orang yang diingatkan tentang ayat-ayat Rabbnya, kemudian dia berpaling darinya, sungguh kami akan membalas orang-orang berdosa." (QS As-Sajdah: 22)

Inilah sepuluh perkara yang termasuk pembatal-pembatal kalimat Tauhid 'laa ilaaha illallah,' maka barang siapa terjerumus pada sesuatu darinya dan kita berlindung kepada Allah dari hal itu, niscaya batal tauhidnya, hancur keimanannya, dan dia tidak mengambil manfaat dari ucapannya 'laa ilaaha illallah.'

Para ahli ilmu telah menyebutkan secara tekstual bahwa tidak ada perbedaan pada semua pembatal-pembatal ini, antara orang bermain-main, atau sungguh-sungguh, orang yang takut, kecuali dipaksa.

Semua pembatal ini merupakan yang terbesar bahayanya dan paling banyak terjadi. Patut bagi setiap Muslim untuk mewaspadainya dan takut atas dirinya. Kita berlindung kepada Allah dari perkara-perkara yang mendatangkan kemarahan-Nya dan kepedihan siksaan-Nya. Kita memohon pula kepada-Nya untuk memberi taufik kita semua terhadap apa yang Dia ridhai.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement