Selasa 19 Dec 2023 15:02 WIB

Di Balik Munculnya Ucapan Insya Allah yang Diabadikan Alquran 

Ucapan insya Allah merupakan sunnah Rasulullah SAW

Warga berdoa (ilustrasi). Ucapan insya Allah merupakan sunnah Rasulullah SAW
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Warga berdoa (ilustrasi). Ucapan insya Allah merupakan sunnah Rasulullah SAW

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—  Umat Islam diajarkan untuk senantiasa menggantungkan keinginan dan masa depan kepada Allah SWT dengan mengucapkan kalimat mulia, insya Allah. 

Tuntunan untuk mengucapkan insya Allah ketika ada keinginan atau hajat tertentu ini bahkan, diajarkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW melalui teguran langsung. Dalam Alquran dikisahkan:  

Baca Juga

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰ أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ  هَٰذَا رَشَدًا

'Dan, jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut) Insya Allah. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini.'' (QS Alkahfi [18]: 23-24).

Dalam Tafsir Alquran Aladzhim karya Ibnu Katsir Ad-Dimasyqi, beliau menyebutkan asbabun nuzul dari ayat ini terkait dengan kisah sebagai berikut. 

Syahdan, suatu hari, Rasulullah SAW ditanya oleh salah seorang sahabat tentang kisah Ashabul Kahfi. Pertanyaan itu adalah berapa tahun Ashabul Kahfi berlindung dan menghabiskan masa persembunyiannya di dalam Gua Alkahfi? 

Dan, berapa jumlah anggota yang tergabung dalam Ashabul Kahfi ketika itu? Lima orang dengan seekor anjingnya atau tujuh beserta anjingnya?

Rasulullah SAW saat itu tidak sanggup memberi jawaban yang pasti. Lantas, beliau berkata kepada sahabat yang bertanya, ''Jawabannya akan kuberikan besok.'' Biasanya, pada saat-saat seperti itu, turunlah sebuah wahyu sebagai jawaban pada keesokannya.

Keesokan harinya, fajar telah menyingsing dan menyambut mentari terbit di ufuk timur. Sang surya kian menyemai panas sehingga tiba waktu dzuhur. Namun, wahyu dari Sang Khalik tak kunjung turun memberitakan sebuah jawaban. Akhirnya, sore kian tampak. Senja pun memerah mengantar kegelapan malam.

Berhari-hari Rasulullah SAW menanti wahyu itu. Lima belas hari berlalu, turunlah wahyu sebagai jawaban disertai teguran dalam surat Alkahfi. Adapun jawaban atas pertanyaan sahabat tadi tertera di dalam ayat berikut:  

وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا قُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثُوا ۖ لَهُ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ أَبْصِرْ بِهِ وَأَسْمِعْ ۚ مَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا يُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًا

Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).Katakanlah: "Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindungpun bagi mereka selain dari pada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan". 

Baca juga: Israel Kubur Warga Hidup-Hidup, Alquran Ungkap Perilaku Yahudi kepada Nabi Mereka

Sejak saat itu, Rasulullah SAW tidak pernah lagi alpa menyebut "Insya Allah" setiap kali berjanji kepada umatnya untuk hal-hal yang akan beliau ucapkan dan lakukan. 

Sebagaimana sebuah hadis sahih dari Abdullah ibnu 'Amru yang berkata, Rasulullah SAW pernah berujar saat singgah di Thaif bersama para sahabatnya: 

''Innaa qaafiluuna ghodan Insya Allah'' (Besok, kita akan berangkat melanjutkan perjalanan, Insya Allah) (H  Bukhari/Muslim). 

Inilah sebuah petunjuk mulia dari Allah SWT. Bahwa kedudukan Muhammad SAW sebagai rasul-Nya tidak lantas menjadikan dirinya dengan mudah memastikan kehendak.  

 

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement