Selasa 05 Dec 2023 16:58 WIB

Ini Isyarat Kuat dari Fenomena Erupsi Gunung yang Disebutkan Alquran  

Allah SWT berkuasa menghancurkan gunung seperti buih pasir

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti / Red: Nashih Nashrullah
Erupsi Gunung Marapi di Agam Sumatra Barat, Selasa (5/11/2023). Allah SWT berkuasa menghancurkan gunung seperti buih pasir
Foto: AP Photo/Ardhy Fernando
Erupsi Gunung Marapi di Agam Sumatra Barat, Selasa (5/11/2023). Allah SWT berkuasa menghancurkan gunung seperti buih pasir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Banyak di segala penjuru dunia gunung-gunung berapa yang masih aktif. Di Indonesia, kabar teranyar adalah erupsi dua gunung berapi yaitu Gunung Anak Krakatau dan Gunung Marapi di Sumatra Barat. 

Gunung meletus merupakan bencana alam yang tidak dapat dielakkan. Karena Alquran sering menyebut bencana ini. Allah subhanahu wa Ta'ala berfirman dala surat at-Takwir ayat 3: 

Baca Juga

وَاِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْۖ “Apabila gunung-gunung dihancurkan.”  

Dalam Tafsir Ringkas Kemenag menjelaskan dan apabila gunung-gunung yang demikian tegar dan kukuh dihancurkan hingga luluh lantak menjadi pasir, kemudian diempaskan angin dahsyat dengan mudahnya seperti gumpalan kapas raksasa yang beterbangan. 

 

Sedangkan dalam Tafsir Tahlili disebutkan Dan apabila gunung-gunung dihancurkan setelah dicabut dari bumi, diterbangkan di angkasa ketika terjadinya gempa yang amat dahsyat sehingga gunung-gunung itu terlepas dari dasarnya dan dilemparkan di angkasa seperti awan yang ditiup angin laksana kapas. 

Ketika terjadi proses ke arah Big Crunch itu, yaitu proses pemadatan atau penyusutan alam semesta, maka semua materi pecah kembali menjadi materi-materi fundamental seperti quark, elektron dan sebagainya.  

Gaya-gaya seperti gaya gravitasi, elektromagnetik, nuklir kuat dan nuklir lemah mulai menyatu kembali. Saat itulah benda-benda langit mulai kehilangan gaya-gaya gravitasinya, dan akibatnya terjadilah tabrakan-tabrakan dahsyat antar bintang, inilah gambaran ‘bintang-bintang berjatuhan’, karena kehilangan gaya-gaya gravitasinya.  

Matahari yang juga merupakan jenis bintang mengalami hal sama. Ketika benda-benda langit saling mendekat, kekuatan gravitasi bagian luar boleh jadi akan melebihi cengkeraman kekuatan plasma di dalam bintang-bintang itu (termasuk matahari). Akibatnya adalah volume matahari dan bintang-bintang yang lain akan memuai.  

Matahari akan menjadi lebih besar volumenya, namun tekanan internalnya berkurang, dan cukup untuk menghentikan energi yang menghasilkan reaksi perpaduan nuklirnya. Akibatnya sinar matahari (yang memuai itu) akan meredup menjadi merah. 

Baca juga: Heboh Wolbachia, Ini Tafsir dan Rahasia Nyamuk yang Diabadikan Alquran Surat Al-Baqarah

Ketika pengembangan volume matahari telah mencapai maksimum, maka matahari akan mengalami kontraksi dan volumenya akan menurun dan menurun terus, mengecil yang akhirnya menjadi bintik hitam yang super-padat (dwarf black hole atau bintik hitam kerdil). Inikah yang dimaksud dengan matahari digulung pada ayat 1 dalam At takwir. 

Benturan juga terjadi antar-planet, sehingga bumi berbenturan dengan planet-planet lainnya. Akibat peristiwa inilah terjadinya kehancuran gunung-gunung. Semua proses ini akan mengarah ke Big Crunch dan kembali menjadi singularity.  

photo
Tanda-tanda kiamat yang sudah terjadi. - (republika)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement