Jumat 01 Dec 2023 12:24 WIB

Makna Ikhlas dalam Berdoa 

Manusia harus ikhlas dalam berdoa.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil
Berdoa (ilustrasi)
Foto: Republika/Thoudy Badai
Berdoa (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pengasuh pesantren Tunas Ilmu Purbalingga sekaligus dosen Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyyah Imam Syafi'i Jember, Ustaz Abdullah Zaen Lc.,MA, mengatakan, ikhlas dalam berdoa maksudnya adalah bahwa doa yang dipanjatkan harus tertuju murni kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala saja, bukan kepada selain-Nya.

Melalui pesan Telegram Ustad Abdullah menjelaskan Sebab manusia harus ikhlas dalam berdoa;

Baca Juga

Pertama: Doa adalah ibadah

Sedangkan, ibadah itu harus ditujukan dan dipersembahkan kepada Allah ta’ala semata. Banyak dalil yang menyebutkan bahwa doa itu ibadah. Di antaranya:

 

Firman Allah Ta’ala,

”وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ”

Artinya: “Rabb kalian berkata, “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kukabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang sombong (enggan) beribadah kepada-Ku; niscaya mereka akan masuk ke dalam neraka dengan hina dina” QS. Ghafir (40): 60.

Juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

”الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ”

“Doa adalah ibadah”. HR. Tirmidzy dari an-Nu’man bin Basyir Radhiyallahu’anhu. Hadis ini dinilai hasan sahih oleh Tirmidzy.

Kedua: Perintah agar memurnikan doa untuk Allah saja.

Selain telah menjelaskan bahwa doa adalah ibadah, dalam beberapa kesempatan bahkan Allah ‘azza wa jalla juga secara tegas memerintahkan kita agar berdoa kepada-Nya saja. Dia berfirman,

”هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ”.

Artinya: “Dialah yang Maha hidup, tidak ada yang berhak disembah selain Dia. Maka berdoalah kepada-Nya dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam” (QS al-Mu’min/Ghafir ayat 65).

Ketiga: Peringatan agar tidak berdoa kepada selain Allah.

Tidak cukup hanya memerintahkan para hamba agar berdoa kepada-Nya, Allah Jalla Wa ‘Ala juga dengan tegas melarang untuk berdoa kepada selain-Nya,

”وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا”

Artinya: “Sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah. Maka janganlah kalian berdoa kepada siapapun bersama Allah” (QS. Al-Jinn (72): 18).

Sebab selain Allah tidak memiliki apa-apa. Dia berfirman,

”قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ”

Artinya: “Katakanlah (Muhammad) “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai sesembahan) selain Allah. Mereka tidak memiliki sebesar zarrah pun di langit dan di bumi” (QS. Saba’ ayat 22).

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement