Kamis 23 Nov 2023 21:05 WIB

Rahasia di Balik Doa Saad Bin Abi Waqash yang Selalu Dikabulkan Allah SWT

Saad bin Abi Waqash menjaga tubuhnya dari makanan haram

Rep: Imas Damayanti / Red: Nashih Nashrullah
Berdoa (Ilustrasi). Saad bin Abi Waqash menjaga tubuhnya dari makanan haram
Foto: Republika/Wihdan
Berdoa (Ilustrasi). Saad bin Abi Waqash menjaga tubuhnya dari makanan haram

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Saad bin Abi Waqash boleh dikatakan sebagai salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang menjadi "duta" halal. Sebab sikapnya yang begitu mulia, beliau termasuk salah satu sahabat yang doanya diijabah.

Apa rahasianya? Tak hanya itu, Rasulullah mendoakan mendoakan Saad agar memiliki keakuratan doa yang mustajab.  

Baca Juga

Dalam buku Siyar A'lamin Nubala disebutkan mengenai keimanan serta kehati-hatian Saad bin Abi Waqash. Sahabat Nabi SAW yang memiliki sifat paling hati-hati dari setiap makanan yang akan dia konsumsi.

Beliau tak segan menolak makanan yang tak jelas asal-muasalnya. Sebagaimana diketahui, makanan yang boleh dimakan oleh umat Muslim adalah makanan yang halalan tayyiban. Halal itu diukur dari nilai gizi, cara mendapatkannya, hingga bagaimana cara menyajikan makanan hingga disantap.

 

Siapa sangka, memperbaiki menu makan dalam aktivitas sehari-hari bakal membuat setiap doa diijabah Allah SWT? 

Dalam buku La Tahzan karya Syekh Aidh al-Qarni disebutkan, keakuratan doa yang dipanjatkan Saad selalu terjadi. Doa tersebut bahkan dapat terijabah sebelum tangan beliau diturunkan selesai mengucap doa. 

Diceritakan, ketika ada seseorang yan menghina Sayyidina Ali bin Abi Thalib di hadapannya, beliau membela Sayyidina Ali. Namun, tetap saja orang tersebut mencemooh dengan semena-mena yang pada akhirnya membuat Saad berkata lantas berdoa, "Ya Allah, cukupkanlah aku darinya menurut kehendak-Mu."

Baca juga: Syekh Isa, Relawan Daarul Quran di Gaza Syahid Sekeluarga dan Kisah Putri Dambaannya

Usai mengucapkan itu, tiba-tiba seekor unta lari dari arah Kufah. Unta itu berlari terus tanpa menoleh ke kanan maupun ke kiri dan langsung merangsek ke tengah-tengah kerumunan orang. Kemudian unta tersebut menabrak orang yang mencemooh Sayyidina Ali dan langsung menginjaknya. 

Orang tersebut kemudian mati seketika di tengah kerumunan orang banyak yang disaksikan oleh mereka. Begitulah kiranya bukti bagaimana Allah SWT menjaga serta mengijabah orang-orang yang memperbaiki menu makanan mereka secara halal. Hanya halal yang boleh dikonsumsi umat Muslim, tanpa kecuali.  

Anjuran berdoa...

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement