Ahad 29 Oct 2023 13:14 WIB

Sumpah Pemuda, Alquran Abadikan Kisah Para Pemuda Hebat dalam Sejarah Manusia

Usia muda merupakan masa yang penting menurut Islam

Rep: Andrian Saputra / Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi Alquran. Usia muda merupakan masa yang penting menurut Islam
Foto: republika
Ilustrasi Alquran. Usia muda merupakan masa yang penting menurut Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober setiap tahunnya. Masa muda, dalam Islam sendiri adalah sangat krusial.  

Dalam Alquran al-Karim  ada banyak kisah tentang orang-orang terdahulu. Dan di antara kisah itu adalah tentang anak muda yang tangguh, memiliki keimanan kuat, dan menjadi pemimpin di masanya. 

Baca Juga

Siapa saja mereka? Republika.co.id, merangkum para pemuda berkarakter dan berintegritas yang diabadikan Alquan, yaitu sebagai berikut:  

1. Nabi Ibrahim 

Nabi Ibrahim sejak muda sudah dikenal sebagai pemuda yang tangguh dan disegani kaumnya. Dia pun memiliki keimanan yang kuat. 

Nabi Ibrahim bahkan berani menentang Raja Namrud yang zalim dan menyembah berhala. Nabi Ibrahim bahkan sejak muda sangat disegani kawan dan lawannya karena kemahirannya dalam berdebat. 

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ ۖ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“sApakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS al-Baqarah ayat 258). 

2.  Nabi Ismail

Pemuda yang diceritakan kisahnya dalam Alquran salah satunya adalah nabi Ismail. Alquran menggambarkan tentang pribadi nabi Ismail sejak muda sebagai orang yang memiliki keimanan kokoh dan kesabaran. Ketiak nabi Ibrahim mendapatkan perintah Allah SWT untuk berkurban dengan menyembelih putranya yakni Ismail, justru Ismail dengan mantap meyakinkan ayahnya itu untuk melaksanakannya.   

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ 

Artinya: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." (QS as-Saffat ayat 102). 

3. Nabi Yusuf

Nabi Yusuf adalah pemuda yang memiliki keteguhan iman. Dia pun dikarunia fisik yang bagus dan paras yang tampan. Hingga menarik hati Zulaikha, yang menjadi majikan nabi Yusuf yang juga istri Gubernur Mesir, Qithfir bin Rawhib. 

Zulaikha tergila-gila jatuh cinta pada nabi Yusuf, tetapi nabi Yusuf tak mempedulikannya. Segala cara dilakukan Zulaikha untuk memikat Nabi Yusuf, hingga ia pun memfitnah Nabi Yusuf. Tetapi Nabi Yusuf tak sedikit pun gentar dengan fitnah yang menimpanya. 

قَالَتْ فَذَٰلِكُنَّ الَّذِي لُمْتُنَّنِي فِيهِ ۖ وَلَقَدْ رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ فَاسْتَعْصَمَ ۖ وَلَئِنْ لَمْ يَفْعَلْ مَا آمُرُهُ لَيُسْجَنَنَّ وَلَيَكُونًا مِنَ الصَّاغِرِينَ . قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ  

Artinya: “Wanita itu berkata: "Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina". (32) Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh." (33) (QS Yusuf ayat 32-33).  

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement