Kamis 26 Oct 2023 13:46 WIB

Doa yang Dibaca Muslim Saat Mendengar dan Sesudah Adzan

Orang yang mendengar adzan, hendaklah mengucapkan sebagaimana yang diucapkan muadzin.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Empat  Muadzin mengumandangkan adzan saat shalat Jumat pertama Ramadhan di Masjid Kesultanan Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (24/3/2023).
Foto: Antara/Andri Saputra
Empat Muadzin mengumandangkan adzan saat shalat Jumat pertama Ramadhan di Masjid Kesultanan Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (24/3/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umat Islam khususnya di Indonesia yang berada di wilayah mayoritas Muslim hampir lima kali sehari mendengar adzan dari masjid sekitar. Ternyata ada bacaan yang bisa dibaca Muslim saat mendengar adzan berkumandang.

Seseorang yang mendengarkan adzan, hendaklah mengucapkan sebagaimana yang diucapkan oleh muadzin. Kecuali dalam kalimat hayya ‘alash shalaah dan hayya ‘alal falaah.

Baca Juga

Berikut ini bacaan saat Muslim mendengar adzan setelah muadzin membaca syahadat.

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، وَأَنَا أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلاً، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا

 

Laa haula walaa quwwata illaa billaah, wa ana asyhadu allaa ilaaha illallohu wahdahuu laa syariikalah. Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warosuuluh, rodhiitu billaahi robbaa, wabimuhammadin rosuulaa, wabil islaami diinaa.

Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang haq selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya dan sesung-guhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Aku rela Allah sebagai Tuhan, Muhammad sebagai Rasul dan Islam sebagai agama (yang benar).

Seorang Muslim juga bisa membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sesudah adzan.

 اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ،إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ

Alloohumma robba haadzihid da’watit taammah, wash-sholaatil qoo-imah, aati muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuudanilladzii wa’attah, innaka laa tukhliful mii-‘aad

Ya Allah, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan sholat (wajib) yang didirikan. Berilah Al-Wasilah (derajat di Surga, yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi) dan fadhilah kepada Muhammad. Bangkitkan beliau sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.

Seorang Muslim juga bisa membaca doa untuk diri sendiri antara adzan dan iqamah, sebab doa pada waktu itu dikabulkan, Insya Allah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement